02 December 2019, 07:00 WIB

LRT akan Ekspansi Rute


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Penumpang menggunakan moda transportasi lintas raya terpadu (LRT) jurusan Stasiun Velodrome Rawamangun menuju Stasiun Pegangsaan 2, Jakarta.

SETELAH menempuh uji publik selama empat bulan, lintas raya terpadu (LRT) Jakarta rute Stasiun Velodrome, Rawamangun ke Stasiun Pegangsaan 2 Kelapa Gading, resmi beroperasi secara komersial mulai kemarin. Dengan lintasan sepanjang 5,8 kilometer, LRT berbayar Rp5.000 per orang untuk satu kali perjalanan ke semua stasiun.

Dirut PT LRT Jakarta, Wijanarko, menegaskan, selain dapat menggunakan tiket single trip dan multitrip yang dijual di stasiun, penumpang juga dapat menggunakan kartu uang elektronik, yakni BCA, BRI, Bank Mandiri, Bank DKI, dan BNI.

"LRT Jakarta beroperasi mulai pukul 05.00 hingga pukul 23.00 WIB dengan jarak kedatangan antarkereta (headway) di stasiun selama 10 menit. Penumpang yang hendak menuju pusat kota dapat menggunakan integrasi dengan Transjakarta di Stasiun Velodrome," tambahnya di Stasiun Velodrome, kemarin.

PT LRT, lanjut Wijanarko, menargetkan ada kenaikan jumlah penumpang hingga 14 ribu per hari.

Secara terpisah, pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan satu-satunya cara mengelola transportasi di Jakarta ialah integrasi. Artinya bukan hanya tentang kehadiran fisik angkutannya, melainkan juga tiket.

"Idenya itu di Jabodetabek dibuat satu badan usaha, apakah BUMN atau konsorsium. Mau Transjakarta digabung PT KCI, digabung dengan PT MRT, digabung dengan PT LRT, digabung dengan semuanya menjadi satu kesatuan. Nanti dibuat badan usaha, sahamnya bareng-bareng. Pemda juga ikut menanam saham. Semuanya gitu," terangnya.

Interkoneksi dan integrasi, lanjut Yayat, menjadi kunci transportasi Jakarta. "Kita tuh bukan persoalan ada LRT-nya, melainkan interkoneksinya. Jadi, orang dari Kelapa Gading sampai ke Rawamangun bagaimana koneksinya?" tambahnya.

Yayat yang pesimistis terhadap  kehadiran moda transportasi baru itu menilai rute Kelapa Gading-Rawamangun tidak cukup kuat bila dibandingkan dengan Blok M-Kota. Ia menganalogikan hubungan antara Blok M dan Kota seperti gula bertemu dengan gula.

"Dulu kan dibangun dalam rangka Asian Games. Sekarang apa bangkitan utamanya? Apa sebetulnya daya tarik antara Kelapa Gading dan Rawamangun?" ujarnya.

 

Pertumbuhan kawasan

Dengan kehadiran LRT Jakarta, Yayat meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong pertumbuhan kawasan di jalur tersebut. LRT Jakarta, lanjutnya, akan menarik apabila terdapat kawasan permukiman, seperti rumah susun bagi mereka yang bekerja di kawasan Kelapa Gading.

Di sisi lain, Wijanarko menargetkan tahun depan pembangunan LRT Jakarta fase 2 dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) bisa mulai dibangun. Tujuannya menghubungkan penumpang menuju stadion pengganti Lebak Bulus itu.

LRT Jakarta juga berencana mengekspansi rute hingga ke Manggarai dari Velodrome dan mengoneksikan dengan KRL commuterline.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyebut transportasi kota yang modern itu berkonsep melingkar dan silang, sisanya untuk angkutan penguman (feeder). "Transportasi yang baik itu point to point-nya maksimal tiga kali ganti, atau jalan 500 meter. Itu saja dijadikan patokan," tegas Agus. (Tri/Ssr/X-7)

BERITA TERKAIT