01 December 2019, 22:24 WIB

Lembaga Penjamin Polis untuk Dorong Kualitas Pengawasan


Ihfa Firdausya | Ekonomi

Dok Core Indonesia
 Dok Core Indonesia
Piter Abdullah

KASUS gagal bayar dua perusahaan asuransi PT Asuransi Jiwasraya dan AJB Bumiputera 1912 mengindikasikan perlunya pembentukan lembaga penjamin polis. Selain untuk menjamin para pemegang polis dari risiko gagal bayar perusahaan, lembaga penjamin polis dibutuhkan untuk perbaikan kualitas pengawasan.

"Kita memang membutuhkan keseimbangan lembaga-lembaga keuangan. Kita perlu mendorong tumbuhnya industri asuransi dan lembaga pensiun serta lembaga keuangan lainnya seperti modal ventura," kata Ekonom dan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (1/12).

Menurutnya, untuk mendorong berkembangnya lembaga keuangan non-bank khususnya asuransi, yang utama dibutuhkan adalah perbaikan kualitas pengawasan, peningkatan literasii, dan memperbesar pasar asuransi.

"Melengkapi itu semua kita memerlukan lembaga penjamin lembaga-lembaga keuangan non-bank termasuk asuransi," pungkasnya.

Sebelumnya, perusahaan asuransi pelat merah PT Asuransi Jiwasraya dan AJB Bumiputera 1912 terbelit masalah kekurangan permodalan dan likuiditas. Permasalahan ini juga menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR RI dengan jajaran Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) pekan lalu. (OL-8)

BERITA TERKAIT