01 December 2019, 20:47 WIB

Bulog Timang Solusi Hadapi Penurunan Mutu Beras di Gudang


Andhika prasetyo | Ekonomi

Dok Bulog
 Dok Bulog
Tri Wahyudi Saleh 

PERUM Bulog masih terus dihadapkan pada problem penurunan mutu beras di yang tersimpan di gudang. Pasalnya, jutaan ton beras hasil pengadaan baik dari dalam dan luar negeri menumpuk di gudang-gudang perseroan.

Di hulu, pemerintah memaksa Bulog menyerap beras sebanyak-banyaknya dari petani. Sementara, di hilir, pasar Bulog ditutup rapat-rapat.

Dulu, Bulog memiliki kepastian pasar melalui program Beras Sejahtera (Rastra). Pada 2015, perseroan dipercaya menyalurkan 3,26 juta ton Rastra.

Namun, sejak kebijakan Bantuan Pangan Non Tunai digulirkan, program Rastra perlahan dihapuskan.

Pada tahun lalu, Bulog hanya menyalurkan 1,2 juta ton Rastra dan penugasan tahun ini hanya 213 ribu ton.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh menyebut, sekarang, sekitar 20 ribu ton beras mengalami penurunan mutu karena terlalu lama mengendap di gudang. Beras-beras itu harus dimusnahkan supaya tidak merusak mutu beras lainnya.

Sedianya, skema pemusnahan merupakan opsi terakhir yang diambil perseroan. Sebelum pemusnahan, Bulog akan berupaya mengeliminasi beras yang rusak.

"Sesuai dengan regulasi yang ada, bila ada stok CBP yang berpotensi turun mutu, kami lakukan sortasi atau pemilihan," tuturnya.

Dari hasil sortasi, lanjut dia, akan didapat dua macam beras, yang pertama beras yang masih bisa diproses ulang dan yang kedua beras yang sudah tidak bisa direproses atau harus dimusnahkan.

"Jika berdasarkan hasil laboratorium masih bisa untuk keperluan pakan atau industri, pasti akan digunakan kembali. Tapi, jika sudah tidak ada solusi, harus dimusnahkan," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT