01 December 2019, 17:03 WIB

Mensos Serukan Kesetaraan Bagi Penyandang Disabilitas


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
 ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Menteri Sosial Juliari P. Batubara (kanan) bersiap melepas gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional

MENTERI Sosial, Juliari P Batubara, menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif mewujudkan kesetaraan bagi para penyandang disabilitas. 

Seruan ini disampaikan Mensos saat melepas sekitar 1.000 penyandang disabilitas peserta jalan sehat dalam rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2019.

"Melalui gerak jalan ini saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergerak mewujudkan hak-hak penyandang disabilitas dan meniadakan diskriminasi," kata Juliari usai melepas peserta Gerak Jalan Sehat bersama 1.000 penyandang disabilitas di area Car Free Day (CFD) Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (1/12).

Seperti diketahui, sampai saat ini masih banyaknya kasus yang menunjukkan sikap diskriminarif dan kurangnya perhatian dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Mensos pun meminta agar sikap Inklusif terhadap penyandang disabilitas terus diperkuat baik di kalangan pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

Kementerian Sosial sendiri telah berupaya mewujudkan kesetaraan itu dengan tidak membeda-bedakan dalam proses rekruitmen pegawai. Menurut Mensos, setidaknya ada lebih dari 2% penyandang disabilitas membaktikan tenaga dan pikirannya di lingkungan kantor Kementerian Sosial.

"Bahkan ada pejabat Eselon II kami yang merupakan penyandang disabilitas. Ini membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kinerja yang luar biasa dan tidak boleh dipandang sebelah mata," tuturnya.

Baca juga: Mensos Dorong Kursi Roda Penyandang Disabilitas dan Jugling

Lebih jauh, Mensos Ari menyatakan, salah satu tantangan yang masih dihadapi saat ini dalam pemberdayaan disabilitas adalah fasilitas umum yang kurang memadai.

"Harapan saya, di setiap fasilitas publik maupun kantor-kantor agar menyediakan sarana bagi para penyandang disabilitas untuk setidaknya bisa bergerak dengan bebas dan nyaman," pesannya.

Mensos berharap, selain memberikan kebugaran fisik dan kesegaran pikiran, kegiatan ini juga dapat membangun rasa kebersamaan antara penyandang disabilitas dan non disabilitas menuju Indonesia Inklusi sejalan dengan TEMA HDI 2019 Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul.

"Berbagai rangkaian acara Kementerian Sosial untuk menyambut HDI tahun 2019 ini diharapkan menjadi media untuk menyebarkan kepedulian dan kesadaran tentang kesetaraan hak bagi para penyandang disabilitas sehingga dapat mewujudkan Indonesia yang menjunjung keadilan bagi seluruh rakyatnya," ujarnya.

"Maka mari kita melangkah bersama. Kita bangun kesetaraan dan kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan, dan kita pastikan tidak ada satupun yang tertinggal, termasuk penyandang disabilitas, " tandas Mensos.

Mensos melepas para penyandang disabilitas dalam acara jalan sehat dari Pintu 6 Gelora Bung Karno, menuju Pintu 7. Selain mengikuti kegiatan jalan sehat, Mensos juga menyempatkan diri mengunjungi booth pameran perlengkapan dan alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan dimeriahkan dengan berbagai hiburan marching band dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Tan Minat, lagu bahasa isyarat dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Rungu Wisata (BRSPDRW) Melati, dan stand up comedy oleh komika penyandang disabilitas Dani Aditya.

Agar semakin menambah meriahnya acara, disediakan pula door prize berupa 2 buah sepeda gunung dari Yayasan Surya Kebangsaan Indonesia (YSKI), 3 buah smartphone, dan 100 door prize menarik lainnya dari AXA Indonesia.

Selain Mensos dan keluarga, turut hadir pula Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto, Inspektur Jenderal Dadang Iskandar, Sekretaris Jenderal Hartono Laras, Kepala Badiklit Pensos Syahabudin, Dirjen Dayasos Pepen Nazarudin, dan Dirjen Linjamsos Harry Hikmat.

Peringatan HDI juga diselenggarakan di berbagai wilayah di Indonesia. Penetapan HDI setiap tanggal 3 Desember merupakan mandat dari Resolusi PBB Nomor 47/3 Tahun 1992 yang diperkuat oleh UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. (A-4)

BERITA TERKAIT