01 December 2019, 14:32 WIB

Beras Bulog di NTT Melimpah dan Aman Untuk 9 Bulan


Palce Amalo | Nusantara

Antara
 Antara
Beras milik Bulog Divre Nusa Tenggara Timur melimpah dan cukup hingga 9 bulan ke depan.

BULOG Devisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini memiliki cadangan beras sebanyak 33.000 ton, cukup untuk kebutuhan masyarakat selama sembilan bulan ke depan. Kepala Bulog Divre NTT Eko Pranoto mengatakan produksi beras di berbagai sentra produksi beras melimpah seperti di Borong, Kabupaten Manggarai Barat.

Selain itu, Bulog tidak lagi mendapat penugasan menyalurkan bantuan sosial (Bansos) beras untuk keluarga sejahtera (Rastra), yang membuat beras di gudang tidak dapat disalurkan.

Puluhan ribu cadangan beras tersebut disimpan berbagai gudang bulog yang tersebar di sejumlah kabupaten. Untuk mengurangi stok beras di gudang, bulog menggelar stabilitasi harga beras di pasar dalam rangka program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH). Selain pengadaan beras dari petani NTT, kebutuhan beras di daerah itu juga didatangkan dari daerah lain seperti Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Menurutnya, stok seluruh gudang di NTT mencapai 50 ribu ton, akan tetapi beras yang ada tidak disalurkan menjadi beban bagi bulog lantaran biaya perawatan beras membengkak.

"Kami harus melakukan perawatan beras setiap tiga bulan dan biayanya tinggi. Sehingga kami harus terus melakukan operasi pasar beras," kata Eko Pranoto, Minggu (1/12/2019).

Dia menjamin harga beras di pasar jelang natal dan tahun baru tidak akan melonjak karena kegiatan operasi pasar masih terus berlangsung. Bulog menjual beras dengan harga Rp8.600 per kilogram kepada pedagang, sedangkan harga jual kepada konsumen sebesar Rp9.500 per kg.

baca juga: Pengeboman Ikan Marak di Flores Timur

Sementara itu, pedagang di pasar juga menjual beras lebih murah dari harga beras bulog yakni antara Rp8.300 hingga Rp8.400 per kilogram. Menurutnya, Bulog Divre NTT juga segera meluncurkan beras dalam kemasan bernama 'Molas Lembor' kemasan 10 kilogram pada 11 Desember 2019 yang akan dijual seharga Rp11.000 per kg. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT