01 December 2019, 13:11 WIB

Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Musa Al Shaer
 AFP/Musa Al Shaer
Tentara Israeli menyusui kamp pengungsi Al-Arrub, Utara Hebron, daerah pendudukan Tepi Barat, Palestina, pekan lalu.

TENTARA Israel menembak mati seorang pria Palestina berusia 18 tahun di Kota Hebron, Tepi Barat, yang diduduki, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Kementerian mengidentifikasi remaja itu bernama Badawi Masalmeh. Pihak kementerian menambahkan tentara Israel mengambil mayat Masalmeh setelah meninggal pada Sabtu (30/11).

Militer Israel mengatakan pasukannya melihat tiga orang melemparkan bom ke kendaraan Israel, yang menurut media lokal milik pemukim ilegal, pada rute terdekat dan menembaki mereka.

Dua lainnya ditangkap di tempat kejadian, di dekat pintu masuk pemukiman Yahudi ilegal di pinggiran Hebron.

Menurut laporan media lokal, petugas medis dilarang masuk tempat kejadian, dekat kota Beit Awwa, Palestina, sekitar 22 kilometer sebelah barat Hebron.

Insiden itu terjadi beberapa hari setelah ribuan warga Palestina berdemonstrasi di Tepi Barat yang diduduki menentang pengumuman Amerika Serikat baru-baru ini yang menyatakan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki tidak melanggar hukum internasional.

Keputusan itu mengakhiri 40 tahun kebijakan Amerika Serikat dan menganut pandangan garis keras Israel dengan mengorbankan upaya Palestina untuk menjadi negara meredeka.

Palestina dan mayoritas komunitas internasional mengatakan permukiman Yahudi merusak harapan untuk solusi dua negara karena mengambil tanah yang dituntut Palestina.

Menurut beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB, yang paling baru pada 2016, permukiman Israel adalah ilegal berdasarkan hukum internasional karena melanggar Konvensi Jenewa Keempat, yang melarang kekuatan pendudukan memindahkan penduduknya ke daerah yang didudukinya.

Israel merebut Tepi Barat dan Jerusalem Timur dalam perang 1967 dan dengan cepat mulai membangun wilayah yang baru ditaklukkan itu.

Saat ini, sekitar 700 ribu pemukim Israel, selain 3 juta warga Palestina, tinggal di dua daerah itu.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia lokal dan internasional telah mengemukakan kekhawatiran mereka terhadap pasukan keamanan Israel yang menggunakan kekuatan berlebihan ketika menghadapi orang-orang Palestina yang melakukan aksi protes. (Al Jazeera/AFP/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT