01 December 2019, 11:20 WIB

Mendongeng Bisa Tumbuhkan Motivasi dan Kecerdasan Anak


Deri Dahuri | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
’Workshop Bunda Mendongeng di Hari Dongeng Nasional’ di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ‘Bukdur Bercerita', Jakarta. 

MENDONGENG mempunyai peran angat penting bagi anak-anak dan remaja untuk menumbuhkan motivasi untuk meraih cita-cita masa depan. Mendongeng ikut mendukung kecerdasan otak anak, karena mereka terus mencari dan menemukan impian positif yang didengar dari kegiatan mendongeng.

Dalam kondisi masyarakat saat ini yang sangat tergantung pada gawai (gagdet), dan berimbas pada anak-anak yang seakan tak mau lepas dari perangkat canggih itu, maka kegiatan mendongeng memberikan kesempatan anak-anak untuk melepaskan gawai .

Di sampaing itu anak -anak bersosialisasi dengan teman-teman lainnya dalam kegiatan yang mengasyikan yakni mendengarkan dongeng dan cerita tak mereka dapatkan dari memegang gawai.

Demikian rangkuman dari ’Workshop Bunda Mendongeng di Hari Dongeng Nasional’ yang dibawakan Arizal Hambali atau Kak Rizal, Nuryanti alias Kak Yanti, Suciati yang akrab disapa Ka Uci, Titin Yani Yualianti yang biasa dipangil Kak Titin, Muthiah Silmi Sajidah atau Kak Muthi, Safrudiningsih atau Kak Ning, dan Iwan M Ridwan yang disapa Kak Iwan.

Workshop tersebut diselenggarakan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ‘Bukdur Bercerita’ di Jalan Bukit Duri Tanjakan III/8, Rebet, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11).

 Workshop Bunda Mendongeng di Hari Dongeng Nasional yang diselenggarakan Kampung Dongeng Jakarta Selatan tersebut diikuti anak-anak dan ibu-ibu di sekitar lingkungan Bukit Duri Tanajakan.

 Sejak pagi hingga siang mereka antusias mengikuti acara dongeng ini. Anak-anak asyik membaca buku-buku yang disesiakan TMB Bukdur bercerita sebelum acara dongeng. 

Ketika dongeng berlangsung, mereka mendengarkan dan ikut aktif mengikuti petunjuk kakak-kakak pendongeng yang mengajarkan gerakan dan kalimat-kalimat yang menggembirakan.

“Wah ini kegatan positif banget buat saya dan anak-anak. Saya akan ikut lagi kalo ada acara semacam ini. Saya akanmulai mendongengkan pada anak-anak seperti disarankan kakak-kakak,” kata Yuri.

Bahkan, Yuri mampu mendongeng diakhir worshop saat kakak-kakak meminta peserta ada yang berani mendongeng. Yuri langsung mendongeng tentang ‘Si Kancil’. Dongeng inspiratif dan sangat familiar dengan anak-anak ini dibawakan Yuri dengan baik.

”Baru sebentar aja ikut worshop, Yuri dah bisa dongeng,” kata Kak Rizal.

Kegiatan Workshop Bunda Mendongeng di Hari Dongeng Nasional bersamaan dengan peresmian Taman Bacaan Bukdur Bercerita yang digagas Kak Ning dan Kak Sur. Pasangan tersebut ingin anak-anak di lingkungan rumahnya mulai giat membaca dan ikut kegiatan mendongeng, karena manfaatnya yang sangat besar.

Hari Dongeng Nasional yang jatuh pada 28 November sebenarnya merupakan hari kelahiran Drs. Suyadi atau yang dikenal masyarakat sebagai Pak Raden. Pak Raden dianggap sebagai tokoh yang telah berjasa menghidupkan dunia dongeng. Peringatan Hari Dongeng dicetuskan oleh Kemendikbud sejak 2015 untuk mengenang jasa Pak Raden tersebut. (OL-09)

BERITA TERKAIT