01 December 2019, 10:10 WIB

Wine dan rakija


Patna Budi Utami | Weekend

MI/Patna Budi Utami
 MI/Patna Budi Utami
Dubes RI untuk Bosnia dan Herzegovina Amelia Achmad Yani memetik anggur dalam acara panen anggur tradisional di negeri itu.

SEPERTI halnya negara-negara Balkan lainnya, Bosnia dan Herzegovina juga merupakan negeri produsen wine yang bentangan perkebunan anggurnya lebih banyak berada di wilayah Herzegovina. Sebotol wine produksi dua tahun lalu rata-rata dijual antara 9 hingga 11 Mark Bosna atau mulai Rp75 ribu hingga Rp93 ribu per botol. Harga yang sangat murah meriah bila dibandingkan dengan harga wine asal negeri mana pun di Indonesia.

Sebagai negeri produsen wine, Bosnia dan Herzegovina juga memiliki tradisi perayaan panen anggur, seperti halnya yang dimiliki negeri lain, misalnya, Italia. Pada akhir September lalu, Deputi Menteri Luar Negeri Bosnia dan Herzegovina Josif Brkic dan mantan Presiden Dragan Covic, menggelar panen anggur bersama seluruh duta besar yang bertugas di negeri tersebut, termasuk Dubes RI Amelia Achmad Yani.

Acara yang digelar di salah satu perkebunan anggur di daerah Medugorje atau 150 kilometer dari Sarajevo tersebut sangat menarik. Musik, lagu, dan tarian tradisional setempat mengiringi selama panen berlangsung.

Seluruh peserta selain harus berlomba memetik anggur, juga boleh membawa seluruh hasil panen masing-masing. Bahkan, sejumlah peserta juga mendapatkan hadiah berdasarkan banyaknya anggur yang mereka petik. Dubes RI menjadi salah seorang pemenang hadiah yang disediakan.

Selain negeri produsen wine, Bosnia dan Herzegovina juga dikenal sebagai pembuat minuman dari aneka buah lainnya. Salah satu yang terkenal ialah rakija. Berbeda dengan wine yang kadar alkoholnya rata-rata sekitar 12%, rakija yang merupakan brandy yang terbuat dari buah apricot itu kadar alkoholnya paling rendah, yaitu 40%! (Pbu/M-2)

 

BERITA TERKAIT