30 November 2019, 21:57 WIB

Mukernas PPP Bahas Penyatuan Dua Kubu PPP


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

Antara/Galih Pradipta
 Antara/Galih Pradipta
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat memberikan sambutan dalam acara Mukernas PPP

KETUA Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta Humphrey Djemat mengungkapkan partainya semakin mendekati proses penyatuan dengan digelarnya Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-5 PPP versi Muktamar Jakarta di Hotel Red Top Jakarta selama dua hari pada 30 September-1 Desember 2019

"Jadi memang Mukernas ini sangat strategis. Kenapa strategis? karena baru pertama kali inilah Mukernas ini membicarakan mengenai penyatuan PPP. Sebelumnya tidak pernah, Mukernas yang sebelumnya itu membicarakan penyatuan mengenai PPP," terang Humphrey usai pembukaan Mukernas.

Mukernas ke-5 PPP versi Muktamar Jakarta mengusung tema Menyongsong Muktamar IX; Meretas Jalan untuk Pemimpin PPP yang Kuat dan Terpercaya.

Humphrey juga mengungkapkan harapannya agar Mukernas tersebut bisa menjadikan PPP kembali ke garis perjuangan dan cita-cita semula yang didasarkan pada akidah dan akhlak.

"Oleh karena itulah Mukernas ini bisa Insya Allah menjadi sejarah bagi PPP untuk kedepannya sebagai PPP yang kembali kembali kepada khittahnya yaitu khitah dengan akhlak dan akidah yang benar," tegasnya.

Baca juga : PPP Minta Jokowi Tunjuk Wamenag

Humphrey menegaskan penyatuan PPP adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan partai tersebut dari kehancuran. Sekaligus menguatkan kembali khitah partai.

"Tadi saya sudah sebutkan juga penyatuan PPP ini merupakan syarat mutlak untuk PPP menjadi besar dan kuat. Kembali kepada khittahnya itu menjadi dasar untuk PPP menyatu dan menjadi besar," tegasnya.

Humphrey menyatakan PPP harus menjadi partai yang bersih dari politik transaksional. Menurutnya, pada Pilkada 2020, masyarakat bisa menilai bahwa PPP hasil penyatuan adalah partai yang sudah berjalan sesuai khitah.

"PPP harus menjadi partai yang bersih tidak ada lagi transaksional. Pilkada tahun 2020. Supaya masyarakat bisa menilai PPP yang menyatu ini adalah PPP yang punya warna kembali kepada khitahnya," tegasnya.

Ia menegaskan bahwa khitah PPP adalah partai yang memberi rahmat bagi semua, terutama pada pemberdayaan ekonomi pesantren.

"PPP yang bisa memberikan kesejahteraan rahmatan lil alamin kepada umat. Khususnya dalam hal ini, kalau diperkecil, kepada pesantren dengan pemberdayaan ekonomi," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT