01 December 2019, 01:30 WIB

Kilala Tilaar: Kenalkan Jamu ke Dunia


Bus/M-4 | Weekend

MI/SUMARYANTO BRONTO
 MI/SUMARYANTO BRONTO
Kilala Tilaar

MEMPERKENALKAN potensi keragaman hayati Indonesia merupakan tugas yang harus diemban Kilala Tilaar. Pria kelahiran Jakarta, 2 September 1980, itu merupakan putra bungsu dari pengusaha Martha Tilaar, pendiri sekaligus pemilik PT Martina Berto.

Di perusahaan sang ibunda, Kiki menjabat sebagai direktur kreatif dan inovasi. Ia membawahi sebuah kompleks penelitian tanaman herbal dari PT Martina Berto yang berbentuk kebun raya seluas 10 hektare. Kebun tersebut memiliki koleksi 700 spesies tanaman herbal dari seluruh pelosok Indonesia yang bisa dijadikan bahan baku kosmetik dan obat.

“Sebenarnya perusahaan kami ini didirikan oleh Ibu Martha Tilaar dengan dasarnya adalah herbal, beliau melihat kesempatan peluang pasar di Indonesia ini cukup besar tahun 1970-an, tetapi tidak ada produk lokal. Nah, akhirnya Ibu Martha menemukan bahwa harus membuat inovasi yang berlandaskan pada kearifan lokal di Indonesia, yaitu jamu,” cerita Kiki.

Dengan terus mengedepankan penggunaan bahan baku lokal dan herbal, Kiki beserta tim terus berupaya melakukan riset dan pengembangan untuk menghadirkan produk-produk herbal baik kosmetik maupun obat yang berkualitas.

Hingga kini, PT Martina Berto dikenal sebagai salah satu perusahaan yang paling produktif dalam menghasilkan hak paten di Indonesia, tercatat 39 paten berhasil mereka raih.

Dari hasil risetnya, Kiki mengetahui betapa kayanya alam Indonesia akan tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat dan bahan baku kosmetik. Sangat disayangkan, Indonesia belum memiliki ikon tanaman herbal layaknya ginseng dari Korea Selatan.

Berkat kerja kerasnya, Kiki berhasil membangun kerja sama dengan perusahaan internasional. Ia berhasil membawa produk PT Martina Berto bersaing dengan produk-produk internasional.
“Selama 49 tahun Ibu Marta berjuang untuk mengangkat roh identitas dari produk dalam negeri ini. Sekarang kami bermitra dengan salah satu global company, Clariant, itu kita bisa menjual bahan baku asli Indonesia untuk komposisi aktif di 120 negara,” Lanjut kiki.  

Kiki juga sering menjadi narasumber di kampus-kampus untuk me­ngenalkan potensi keragaman hayati Indonesia. Dia berharap generasi muda dapat menghargai dan menjaga kekayaan alam Indonesia. PT Martina Berto dikenal sebagai salah satu perusahaan yang turut mendorong agar pengetahuan herbal ini dapat dipelajari di kampus-kampus seluruh Indonesia. “Kita berpikir bahwa untuk melestarikan budaya jamu ini perlu dikenalkan kepada para mahasiswa,” pungkas Kiki. (Bus/M-4)

 

BERITA TERKAIT