30 November 2019, 19:22 WIB

Pemangkasan Eselon Perlu Perhatikan Dampak ke CPNS dan Honorer


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

Antara/Rivan Awal Lingga
 Antara/Rivan Awal Lingga
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arif Wibowo

PEMAMGKASAN eselon sebagai bagian dari reformasi birokrasi akan turut berdampak pada aparatus sipil negara (ASN) berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan honorer.

Hal itu menurut Wakil Ketua Komisi II DPR Arif Wibowo, karena tugas-tugas yang bersifat administratif akan digantikan dengan bauran teknologi kecerdasan buatan (AI).

"Regulasi perlu diperbaiki itu bagian dari Omnibus law. Rekrutmen CPNS lebih terbatas tapi pada sisi lain Presiden Joko Widodo juga harus menyelesaikan problem honorer," kata Arif kepada Media Indonesia, Sabtu (30/11).

Dalam rencana strategis (renstra) memang dijelaskan bahwa pemangkasan eselon di tataran Eselon III dan IV akan dilakukan secara bertahap dan melihat fungsi pekerjaannya dengan kemajuan teknologi terkait di bidang tersebut.

Namun, Arif mengatakan, perlu penjelasan lebih lanjut dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi karne pemangkasan tersebut berkaitan reformasi struktural di Kementerian/lembaga.

Baca juga : BKN: Penentuan Pemangkasan Eselon Diserahkan ke Instansi

"(Menpan RB) belum menjelaskan, tapi sudah dikatakan bahwa itu akan dilaksanakan bertahap karena itu menyangkut perihal orang dan soal hierarki berjenjang struktur birokrasi tidak bisa dilakukan begitu saja," ujarnya.

Di sisi lain, menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut, tolok ukur dari pemangkasan tersebut juga perlu diminta keterangan dari Menpan RB Tjahjo Kumolo secara langsung.

"Jadi begini kan perlu dihitung beban kerja dan kinerja. Kalau buruk apakah karena birokrasi yang buruk? Itu perlu adanya asesmen. Sehingga penjelasannya perlu diminta dari Kemenpan RB," ungkapnya.

Tjahjo akan dipanggil oleh komisi II untuk menjelaskan niat pemerintah melakukan pemangkasan eselon tersebut. Sehingga dapat keterangan lebih jelas.

"Nanti kita akan panggil Menpan RB dalam satu rapat khusus, Ya belum (direncanakan), kita lagi ngatur semua mitra komisi II kita panggilin dan kita cari waktunya," tutupnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT