30 November 2019, 13:53 WIB

Danpussenif TNI AD Kukuhkan 148 Prajurit Infanteri


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Pengukuhan pembaretan prajurit infanteri Dikjurtaif Abituren Dikmata TNI AD gelombang I TA 2019 di . 

KOMANDAN Pussenif Kodiklat TNI AD, Mayjen Teguh Pudjo Rumekso, diwakili Pengganti Sementara (Pgs) Wakil Komandan Rindam IV/Diponegoro, Kolonel (Inf) Iwan Rosandriyanto, mengukuhkan prajurit infanteri Pendidikan Kejuruan Tamtama infanteri (Dikjurtaif) Abituren (lulusan) Pendidikan PertamaTtamtama (dikmata) prajurit karier TNI AD di kawasan Rawa Jombor, Klaten Jawa Tengah, Jumat (30/11).

Upacara Penutupan Latihan Yudhawastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan 148 siswa Dikjurtaif Abuituren Dikmata prajurit karier TNI AD gelombang I tahun anggaran 2019 tersebut, dihadiri Bupati yang diwakili Kasatpol PP Sugeng Haryanto, Dandodiklatpur Rindam IV/Diponegoro Letkol (Inf) Agus Adhy Darmawan, Kapolres AKB Wiyono Eko Prasetyo, Dandim 0723/Klaten diwakili Kapten Cba Budiyono, dan para orangtua prajurit infanteri tersebut.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Inspektur Upacara Kolonel (Inf) Iwan Rosandriyanto, Danpussenif TNI AD Mayjen Teguh Pudjo Rumekso mengatakan, Latihan Yudhawastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari perjalanan hidup prajurit infanteri. Kegiatan ini bertujuan memupuk jiwa korsa dan korp infanteri.

Selain itu, Teguh Pudjo Rumekso menegaskan bahwa Latihan Yudhawastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan sebagai upaya menumbuhkan nilai-nilai kejuangan para prajurit dalam rangka mengimplementasikan segala kemampuan yang dimiliki untuk menjadi prajurit infanteri yang handal dan selalu berhasil dalam setiap medan penugasan.

"Semboyan Yudhawastu Pramuka mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran di darat," kata Teguh.

"Karena itu, dengan telah disahkannya penggunaan baret infanteri ini para prajurit dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan fisik, serta kebanggaan tinggi terhadap kecabangan infanteri," jelas Teguh.

Danpussenif Kodiklat TNI AD mengharapkan para prajurit infanteri setelah ditempatkan di satuan baru untuk meningkatkan iman dan takwa, selalu berpegang teguh pada sumpah prajurit, sapta marga, dan delapan wajib TNI.

Selain itu, para prajurit diingatkan untuk tak bosan untuk mengembangkan diri dengan wawasan dan pengetahuan, serta waspada dalam setiap tindakan yang akan dilakukan. (JS/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT