30 November 2019, 13:33 WIB

Ikatan Sarjana NU Dukung Pemerintah Perangi Radikalisme


Denny Susanto | Nusantara

istimewa
 istimewa
Pembukaan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalsel dan Pelantikan Pengurus ISNU Kalsel. 

IKATAN Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) berkomitmen mendukung pemerintah untuk memerangi radikalisme yang dapat mengganggu keutuhan NKRI. ISNU juga diharapkan dapat mengambil peran dalam berbagai bidang pemerintahan dan politik.

Hal ini disampaikan Pimpinan Pusat ISNU M Thamrin di sela kegiatan 'Madrasah Kader NU Angkatan ke-187' yang berlangsung 29-30 November 2019 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"NU mempunyai komitmen memegang teguh pilar kebangsaan dan pancasila, menjaga kebhinekaaan dan keberagaman dalam bingkai NKRI," tutur Thamrin.

ISNU juga mendukung pemerintah dalam upaya memerangi radikalisme atau orang-orang yang tidak bisa menerima idiologi negara pancasila.

Radikalisme. menurut Thamrin, tidak dapat dilihat dari penampilan seseorang tetapi tentang pikiran seseorang yang terkontaminasi, tidak hanya aksi di lapangan juga berupa gerakan politik sebagai bentuk pertentangan terhadap negara.

"Paham radikalisme ini tidak boleh merongrong negara dan harus kita lawan," ujarnya.

Ketua ISNU Kalsel, Prof Asin Rivai berharap ke depan ISNU dapat mengambil berperan lebih besar baik di pemerintahan dan politik tanah air.

Sekretaris Daerah Kalsel yang juga Ketua PWNU Kalsel, Haris Makkie menegaskan ISNU hendaknya dapat menampilkan sosok sarjana yang baik, bermanfaat bagi masyarakat.

"Berperan dalam meningkatkan kualitas kehidupan, memberdayakan masyarakat, teladan dalam bertoleransi serta berakhlak mulia. Di era industri 4.0 saat ini ISNU tidak boleh ketinggalan. Bagaimana warga NU dapat menguasai teknologi digital tetapi tidak boleh meninggalkan budaya NU dan warisan ulama terdahulu,." papar Haris. (DY/OL-09)

BERITA TERKAIT