30 November 2019, 09:52 WIB

Danpussenif TNI AD Kukuhkan 148 Prajurit Infanteri


Djoko Sardjono | Politik dan Hukum

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Wadan Rindam IV/Diponegoro Kolonel (Inf) Iwan Rosandriyanto memasangkan baret ke prajurit infanteri

KOMANDAN Pussenif Kodiklat TNI AD Mayjen Teguh Pudjo Rumekso diwakili Pengganti Sementara (Pgs) Wakil Komandan Rindam IV/Diponegoro Kolonel (Inf) Iwan Rosandriyanto mengukuhkan prajurit infanteri pendidikan kejuruan tamtama infanteri (dikjurtaif) abituren pendidikan pertama tamtama (dikmata) prajurit karier TNI AD di kawasan Rawa Jombor, Jumat (30/11).

Upacara penutupan latihan yudhawastu pramuka dan tradisi pembaretan 148 siswa dikjurtaif abit dikmata parjurit karier TNI AD gelombang I tahun anggaran 2019 tersebut dihadiri Bupati yang diwakili Kasatpol PP Sugeng Haryanto, Dandodiklatpur Rindam IV/Diponegoro Letkol (Inf) Agus Adhy Darmawan, Kapolres AKB Wiyono Eko Prasetyo, Dandim 0723/Klaten diwakili Kapten Cba Budiyono, dan para orangtua prajurit infanteri tersebut.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Inspektur Upacara Kolonel (Inf) Iwan Rosandriyanto, Danpussenif TNI AD mengatakan latihan yudhawastu pramuka dan tradisi pembaretan merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari perjalanan hidup prajurit infanteri. Kegiatan ini bertujuan memupuk jiwa korsa dan korp infanteri.

Baca juga: Jelang Reuni 212, Polri: Tidak Ada Pergerakan Massa ke Jakarta

Selain itu, lanjut Teguh, latihan yudhawastu pramuka dan  tradisi pembaretan sebagai upaya menumbuhkan nilai-nilai kejuangan para  prajurit dalam rangka mengimplementasikan segala kemampuan yang dimiliki  untuk menjadi prajurit infanteri yang handal dan selalu berhasil dalam setiap medan penugasan.

"Semboyan yudhawastu pramuka mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran di  darat. Karena itu, dengan telah disahkannya penggunaan baret infanteri ini para prajurit dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan fisik, serta kebanggaan tinggi terhadap kecabangan infanteri," ujarnya.

Danpussenif Kodiklat TNI AD mengharapkan para prajurit infanteri setelah ditempatkan di satuan baru untuk meningkatkan iman dan taqwa, selalu  berpegang teguh pada sumpah prajurit, sapta marga, dan delapan wajib  TNI.

Selain itu, jangan pernah bosan untuk mengembangkan diri dengan  wawasan dan pengetahuan, serta waspada dalam setiap tindakan yang akan dilakukan. (OL-2)

BERITA TERKAIT