30 November 2019, 07:50 WIB

Prestasi Tim Polo Air Diharapkan Jadi Pemacu


Budi Ernanto | Olahraga

MI/BUDI ERNANTO
 MI/BUDI ERNANTO
Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dan timnas polo air putra melakukan selebrasi di New Clark City Aquatic Center, Filipina, kemarin

TIM polo air putra Indonesia menorehkan prestasi gemilang dengan meraih emas pertama di arena SEA Games 2019 di Manila, Filipina, yang resmi dimulai hari ini.

Kepastian Indonesia menjuarai polo air putra itu setelah Filipina meraih hasil seri 6-6 dengan Malaysia di laga penentu, kemarin. Dengan capain itu, Indonesia mencatatkan sejarah menggondol emas pertama dari cabang polo air sejak event olahraga negara-negara Asia Tenggara tersebut digelar pada 1977.

“Medali emas kami persembahkan untuk keluarga, teman, dan masyarakat Indonesia. Ini sangat spesial karena emas pertama untuk polo air dan pertama untuk Indonesia di SEA Games,” kata pemain timnas polo air Indonesia Ridjkie Mulia.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menimpali emas yang diraih timnas polo air menjadi penyemangat atlet Indonesia lainnya dalam bertanding. “Semoga ini jadi emas pertama yang menjemput emas-emas berikutnya.”

Raja Sapta berharap formasi timnas polo air Indonesia terus dipertahankan. Kemampuan para pemain lapis kedua pun harus ditingkatkan. “Indonesia punya potensi meraih yang terbaik di Asian Games karena Singapura saja telah kita kalahkan.”

Komandan Kontingen Indonesia Harry Warganegara juga mengatakan hasil yang dida-pat timnas polo air merupakan awal yang baik bagi pasukan Indonesia di SEA Games. “Hasil ini sesuai target.”

Pada upacara pembukaan SEA Games ke-30 di ­Philippine Arena, Bulacan, ­lanjut Harry, ada 200-300 atlet dan ofisial ‘Merah Putih’ yang hadir. ­Harry menambahkan, ­sebagian dari kontingen ­Indonesia akan mengenakan pakaian daerah.

“Kami ingin menunjukkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika melalui pakaian adat tersebut. Untuk atlet dan ofisial Indonesia lain mengenakan seragam,” ujar Harry.

Upacara pembukaan SEA Games berlangsung di stadion indoor terbesar di dunia dengan kapasitas 50 ribu lebih penonton. Pergelaran olahraga itu akan dibuka Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Atlet senam Filipina Carlos Yulo menjadi pembawa obor.

Harry meminta para atlet yang bertanding sehari setelah upacara pembukaan agar tidak datang ke Philippine Arena. Jika mau datang pun diimbau tidak mengikuti parade. “Ikut parade pasti lelah, nanti mengganggu kesiapan bertanding.”

Atlet Indonesia yang bertugas membawa bendera Merah Putih ialah Ridjkie Mulia dengan mengenakan pakaian adat Papua.

Target

Indonesia mengikuti multievent dua tahunan itu dengan mengirimkan delegasi 900 ­orang. Dari jumlah itu, sebanyak 673 merupakan atlet.

Tercatat 45 cabang ­olahraga yang diikuti kontingen Indonesia dari 56 cabang yang melombakan 530 nomor pertandingan. Pada SEA Games 2019 di Filipina, 30 November-11 Desember, ­Indonesia menargetkan raihan 45 medali emas. Target itu diprediksikan dapat memperbaiki pencapaian pada SEA Games 2017. Pada SEA Games dua tahun lalu, Indonesia total meraih 191 medali, yakni 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.

Untuk atlet tunggal peraih emas, pemerintah menyiapkan bonus Rp200 juta, perak Rp100 juta, dan perunggu Rp60 juta. Atlet ganda peraih emas diganjar bonus Rp160 juta, perak Rp80 juta, dan perunggu Rp48 juta. Adapun tim beregu yang meraih emas mendapat bonus Rp100 juta, perak Rp50 juta, dan perunggu Rp30 juta. (Ant/X-3)

 

BERITA TERKAIT