30 November 2019, 01:12 WIB

Kewirausahaan Pemuda Harus Ditumbuhkan dari Daerah


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

Dok. Kemenpora
 Dok. Kemenpora
Rakor kewirausahaan pemuda 

PENGEMBANGAN kewirausahaan pemuda yang menjadi target pemerintah pusat harus bisa menyasar pemuda yang ada di daerah. Untuk itu perlu adanya sinergitas Kementerian/Lembaga dengan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan kewirausahaan pemuda di tingkat daerah.

Hal itu menjadi pokok bahasan dalam rapat koordinasi pengembangan kewirauusahaan pemuda yang dipimpin oleh Asisten Deputi Kepemudaan Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Alfredo Seni Fenat di Jakarta, Jumat (29/11).

Rakor tersebut dihadiri juga oleh perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Tenaga Kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, BPPT, Kota Mubaki, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kabupaten Gorontalo Utara.

Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Depuri Pengembangan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan mengatakan, pemerintah pusat mendorong pemda untuk membuat prakarsa-prakarsa agenda pengembangan kewirausahaan pemuda.

"Pada pelaksanaannya nanti, pendekatan dari kewirausahaan akan dikaitkan dengan agenda Sistem Inovasi Daerah atau SIDA yang sudah ada semenjak tahun 2012 lalu," kata Imam dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga : SIMAC Optimalkan Penguatan Ekonomi Kaum Muda dan Santri

Hingga saat ini sudah ada 7 daerah yang akan diberikan bantuan pelatihan kewirausahaan, yaitu Kabupaten Tegal, Kabupaten Humbang hasundutan, Kabupaten Wajo, Kota Semarang, Kabupaten Pandeglang, Lombok tengah serta Tanjung Selor Kalimantan timur.

Dengan diberikannya materi pelatihan dan bantuan permodalan, Imam berharap tumbuh proyek percontohan (pilot project) yang menjadi acuan seluruh daerah di Indonesia dalam mengembangkan kewirausahaan pemuda.

"Kita akan memperbanyak pilot project-pilot project dan hanya terbatas pada daerah-daerah yang sudah siap dengan rencana aksi di daerah masing-masing. Dari Kemenpora akan memberikan bantuan materi berupa penumbuhan minat berwirausaha, kemudian juga ada pemberian akses permodalan serta apresiasi bagi wirausaha yang berprestasi di tingkat daerah," ujar Imam.

Kemenpora akan mulai bergerak untuk melakukan pendampingan terhadap pengembangan wirausaha pemuda pada awal 2020. Tidak menutup kemungkinan, dari 7 daerah yang disepakati, bisa berkembang ke daerah pendampingan lainnya.

Selain modul dan pendampingam, pemerintah juga menyiapkan pendanaan awal bagi pelaku wirausaha pemuda. Imam menyebut, pihaknya menyiapkan modal hingga Rp25 juta bagi pelaku wirausaha pemuda.

"Tergantung dari kesiapan bisnis dari para wirausaha muda. Kalau masih pemula dan prospektif dapat Rp15 juta, sementara kalau yang lebih maju dan prospektif Kemenpora akan memberikan bantuan permodalan senilai Rp25 juta," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT