29 November 2019, 22:32 WIB

Chiki Fauzi Kecanduan Bertemu Guru di Pelosok


Suryani Wandari | Weekend

MI/Galih Pradipta
 MI/Galih Pradipta
 Marsha Chikita Fawzi 

JASA guru memang tak dapat diukur karena memiliki peran yang besar atas bangsa dalam hal pendidikan. Namun di Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November silam, profesi guru masih saja belum menjadi prioritas pemerintah. begitulah pemikiran Marsha Chikita Fawzi atau yang akrab dipanggil Chika Fauzi ini. 

Aktris, animator sekaligus penyanyi ini berpendapat nasib guru belum diperhatikan. Dalam postingan media sosialnya, putri dari pasangan  Ikang Fauzi dan Marissa Haque ini memposting beberapa foto tentang keadaan guru di daerah pedalaman yang mengabdi untuk negara dengan perjuangannya yang cukup berat. 

"Foto di atas itu Mama Katrina, guru PAUD di sebuah desa di Nunukan, yang dari pesawat pendaratan di Tarakan saja masih melanjutkan 3 jam perjalanan air dan 3 jam perjalanan darat menyusuri perkebunan sawit," tulis Chika mengawali ceritanya tentang guru perempuan yang ia kagumi. 

Mama Katrina lanjutnya, aslinya orang Timor namun menetap bersama keluarga di Nunukan, Kalimantan Utara. Ia menjadi penggerak pendidikan ditempat itu dan terus berjuang menyalurkan semangat mental siap belajar bagi anak-anak PAUD. 

Chika sendiri memiliki perhatian lebih kepada guru-guru, bahkan ia mengaku setiap ke pelosok selalu menyempatkan diri untuk bertemu para pendidik atau sekadar mendengarkan keluh kesah mereka. "Mereka itu tanggung sekali. Lebih tangguh dari kota hehe. Tetapi mereka memilih untuk menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan," lanjut Chiki. 

Sememtara itu baginya mendengarkan kisah yang dihadapi mereka itu merupakan tanda kasih sayangnya. Menurutnya karena sayang inilah yang menjadi bensin penyemangat untuk bergerak, juga sebagai kekuatan untuk menyelesaikan mural instalaai yang sedang digarapnya. (M-4)

BERITA TERKAIT