30 November 2019, 01:30 WIB

Bali Terbebani Target Jumlah Wisatawan


OL/N-3 | Nusantara

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
 ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Wisatawan mancanegara memotret suasana kawasan Pura Besakih di Karangasem, Bali.

DINAS Pariwisata Bali merasa terbebani dengan target kunjungan wisatawan yang disampaikan pemerintah pusat ke pemerintah provinsi Pulau Dewata itu.

Untuk 2019, target yang dikenakan pemerintah pusat, yakni sebanyak tujuh juta wisatawan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan, beban target kunjungan ke Bali tersebut terlalu berat.

“Target itu dari pusat. Totalnya, Bali harus menyumbang tujuh juta wisatawan untuk 2019,” kata Putu di Denpasar, kemarin. Target tersebut dibuat berdasarkan data kunjungan tahun lalu sebesar 6,2 juta orang.

Menurutnya, saat ini pencapaian target tersebut kian susah karena berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi global yang belum pulih.

Namun, hal yang paling menonjol ialah akibat situasi politik di Hong Kong dalam sebulan terakhir yang berimbas pada menurunnya jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali.

Padahal, selama ini Tiongkok selalu menempati posisi teratas dalam kunjungan wisatawan ke Bali. Seperti diketahui, Hong Kong kini telah berada di bawah pemerintahan Tiongkok.

Putu menjelaskan, hingga kini Tiongkok memang masih bertengger di puncak kunjungan wisatawan ke Bali, yaitu sebanyak 953.129 wisatawan atau 28% dari keseluruhan wisatawan manca negara yang melancong ke Pulau Dewata itu.

Disusul Australia sebanyak 916.152 atau 27%. Di urutan ketiga ditempati India sebanyak 274.519 orang atau 8%, Inggris 218.556 wisatawan atau 6%, dan terakhir Amerika Serikat sebanyak 207.838 atau 6%.

Adapun total jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali hingga November 2019 ialah sebesar 71% dari target  atau sebanyak 5,2 juta orang. Sementara sisanya, yaitu sekitar 29% diharapkan bisa terpenuhi saat akhir tahun.

“Kami tidak bisa menargetkan yang muluk-muluk. Target kami di angka 6,4 juta atau 6,5 juta. Dari pengalaman sebelumnya, di musim libur akhir tahun bisa menyumbang antara 500 ribu hingga 1 juta orang. Jadi kami optimistis target 6,4 juta terpenuhi.”

Saat ini Bali terus menggenjot jumlah kunjungan wisatawan, terutama lewat pengembangan infrastruktur. Untuk jangka menengah, pemerintah sedang membangun short cut ke Bali utara dan Bali barat. (OL/N-3)

BERITA TERKAIT