29 November 2019, 21:32 WIB

KPU : Pemilu Serentak Justru Efektif dan Efisien


Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum

Antara/Aditya Pradana Putra
 Antara/Aditya Pradana Putra
Ketua KPU Arief Budiman

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menampik penyelenggaran pemilihan umum (pemilu) serentak memakan biaya sangat mahal. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, justru dengan adanya pemilu serentak bisa mengefisiensikan anggaran pemerintah.

"Kalau anda menghitung benar, sebetulnya (pemilu) keserentakan itu mampu mendapatkan efektivitas dan efisiensinya.  Bayangkan misalnya, kalau bikin sendiri-sendiri pileg dan pilpresnya. Harus bikin TPS-nya dua kali. Saya memberi honor KPPS, honor PPS, honor PPK dua kali," jelas Arief di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (29/11).

Arief menjelaskan, dalam menyelenggarakan pemilu memang ada konsekuensi dalam hal pembiayaan. Ia mengungkapkan, dalam penganggaran pemilu, sebanyak 60% terserap untuk pembayara honorium petugas pemilu ad hoc.

Baca juga : KPU : Pilpres Langsung Dongkrak Indeks Demokrasi Indonesia

"Kalau sekarang pilres dan pileg jadi satu, itu kan kita tinggal bayar sekali. Bayar (anggota) KPPS sekali, PPS sekali. bayangkan kalau dua kali. Tapi, ini terlepas dari perdebatan antara langsung dan enggak langsung. Saya ingin katakan pemilu 2019 kemarin efektif," kata Arief.

Arief menuturkan seharusnya, baik pemerintah dan DPR mencetuskan solusi dalam penyelenggaraan pemilu yang semakin demokratis dan progresif. KPU, katanya siap melaksanakan pemilu secara langsung.

"Jadi, memang ada sisi plus minusnya. Biayanya jadi lebih mahal memang, karena itu konsekuensinya. Karena ada proses yang panjang. Praktek penyelenggaraanya pemilu kita itu baik. Sehingga menjadi tempat belajar bagi banyak negara lain," imbuhnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT