29 November 2019, 21:05 WIB

Efektivitas Pemangkasan Eselon III dan IV Diragukan


M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Agus Pambagio

PENGAMAT kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Agus Pambagio mengungkapkan, dirinya tidak meyakini pemangkasan sebagian eselon III dan IV di Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan akan berjalan efektif.

Pasalnya, pemangkasan sejumlah eselon tersebut mengakibatkan putusnya jenjang karir mereka yang dipindahkan menjadi pejabat fungsional.

"Saya selalu katakan, orang mau jadi ASN itu karena dia ingin jadi eselon I atau pangkatnya IVE, kalau itu terjadi di daerah, saya khawatir, tapi mudah-mudahan kekhawatiran saya salah, kenapa karena akan terjadi kekacauan, karena orang tiba-tiba eselonnya putus karena masuk ke fungsional," kata Agus saat dihubungi, Jumat (29/11).

Kebijakan pemangkasan eselon III dan IV bertujuan untuk mengefisienkan birokrasi seperti apa yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo. Presiden juga menuturkan peran eselon III dan IV akan digantikan dengan teknologi Artificial Intelegence (AI) ataupun robot.

Baca juga: Eselon Jadi Fungsional, Menkeu: Gaji Tetap, Fasilitas Beda

Keinginan presiden itu demi terwujudnya birokrasi yang efisien, mudah dan tidak menyulitkan masyarakat. Sehingga pelayanan yang diberikan oleh sebuah institusi pemerintah dapat terlaksana dengan baik.

Namun Agus mengungkapkan, permasalahan di birokrasi pemerintahan selama ini ialah korupsi. Korupsi itu menyebabkan segala urusan yang masuk ke ranah eselon III dan IV menjadi lama dan tidak efektif.

"Kalau masih ada korupsi ya gak bakal efisien, 20%-30% anggaran negara kan dikorupsi. Ketidakefisienan, kelambatan mengurus izin itu kan karena korupsi. Saya sudah bicara dengan Deputi Menpan RB, apa bisa? dia bilang bisa, ya oke kita lihat saya bilang," tutur Agus.

"Jadi saya tidak percaya kalau pemangkasan itu efektif, kecuali kalau nanti anggaran itu tidak dicuri lagi, saya baru percaya pemangkasan eselon itu efektif," pungkasnya.

Diketahui, kemenkeu telah memangkas sebagian eselon III dan IV di BKF. Sebanyak 179 pejabat eselon III, IV dan fungsional di lingkungan kemenkeu. Melalui pelantikan ini, maka kemenkeu menghapus sebagian jabatan eselon III dan IV di lingkup BKF.

Dari 179 pejabat yang dilantik, terdapat 112 orang yang sebelumnya menjabat sebagai Eselon III dan IV beralih menjadi pejabat fungsional Analis Kebijakan.

"Jabatan administrasi sebanyak 19 jabatan eselon III dihilangkan dari sebelumnya 36 jabatan dan untuk eselon IV, 74 eselon IV dihapus dari yang sebelumnya 124 jabatan," terang Menkeu Sri Mulyani. (OL-4)

BERITA TERKAIT