29 November 2019, 23:00 WIB

Festival Jazz Jatiluhur Digelar


Reza Sunarya | Humaniora

MI/Reza Sunarya
 MI/Reza Sunarya
Direktur PJT II (baju putih) akan membuka festival jatiluhur Jazz besok sabtu (30/11).

UNTUK pertama kali­nya, Waduk Jatiluhur yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, akan digoyang aksi puluhan artis, musisi jazz Indonesia dan mancanegara yang akan membawakan berbagai musik genre jazz. The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 digelar hari ini (30/11) dan Minggu (1/12) mulai pukul 15.00 WIB.

Perhelatan itu diinisiasi Jasa Tirta II dan didukung BUMN serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Festival Jazz ini diadakan, salah satunya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara sekaligus memberikan sarana ekspresi budaya melalui musik jazz dan etnik serta sarana hiburan bagi masyarakat.

Direktur Utama Jasa Tirta II, U Saefudin Noer menyampaikan The 1st International ­Jatiluhur Jazz Festival 2019 menjadi bagian dari program unggulan Jasa Tirta II untuk mempromosikan pariwisata melalui music tourism sekaligus sarana meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Event ini dilaksanakan juga untuk memperkuat ekonomi masyarakat dalam ekosistem ekonomi melalui kolaborasi bersama pemda, UMKM, pelaku ekonomi lokal dan kreatif, seniman dan budayawan lokal, nasional, dan mancanegara. Hal itu untuk mewujudkan bakti BUMN untuk Negeri dan BUMN sebagai mitra dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.

The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 berskala internasional itu digelar di kawasan Waduk Ir H Djuanda. Lokasi festivalnya sendiri digelar di kawasan Pelabuhan Biru dengan suasana alam di tepi waduk bersemilir angin di sore dan malam hari berhias ­pemandangan pegunungan yang indah serta Morning Glory sebagai icon Waduk Jatiluhur.

Morning Glory yang merupakan menara pelimpah air termegah di dunia sekaligus menjadi lanskap festival itu melengkapi sajian musik penuh inovasi dan improvisasi. Pemilihan Waduk Ir H Djuanda Jatiluhur disebabkan keberhasilan Jasa Tirta II selaku BUMN pengelola SDA, membersihkan badan air sungai Citarum dengan program padat karya bersama masyarakat. Waduk berusia 52 tahun yang dulu penuh gulma, kini menjadi perairan eksotis dan penuh manfaat sehingga senantiasa terjaga fungsi-fungsi teknis waduk untuk ketahanan air nasional.

Jaga lingkungan

Gelaran The 1st International Jatiluhur Jazz Festival tahun pertama ini bertema Green, water and life. Event ini menjadi bagian dari kampanye untuk menjaga lingkungan dan air bagi kehidupan.

“Kami bekerja keras menata dan menjaga kebersihan Waduk Jatiluhur agar manfaatnya dapat terus dinikmati dan mengajak masyarakat ikut menjaga ­kebersihan waduk ini,” ujar Saefudin Noer.

Sejumlah artis dan musisi jazz dari Indonesia dan mancanegara telah menyatakan siap ambil bagian. Di antaranya ialah Dwiki Dharmawan World Peace Pro-ject feat Steve Thornton, Kamal Musallam dan Wizzy, Syaharani & Queenfireworks, Java Jive, Mus Mujiono, Krakatau, 57kustik, Moccondoss 40, Selaawi Ethnic Ensemble, Ermy Kullit, Farabi Big Band feat Ita Purnamasari, Idea Percussion, Uban Project, Marcell, serta Via Vallen dan tak ketinggalan Zaskia Gotik.

Untuk dapat menyaksikan penampilan apik para musisi tersebut, pengunjung hanya mengeluarkan biaya dengan kategori tiket Green Rp125 ribu per hari reguler, tiket Water Rp150 ribu per all event, dan tiket Life khusus untuk pelajar/mahasiswaRp100.000 per all event.(H-1)

BERITA TERKAIT