29 November 2019, 17:36 WIB

Persani Bakal Tindak Tegas Pelatih Jika Terbukti Bersalah


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/INASGOC/Fulli Syafi
 ANTARA FOTO/INASGOC/Fulli Syafi
Ilustrasi senam

KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani), Ita Yualita, akan menindak tegas pelatih senam jika terbukti mengatakan hal-hal yang tak pantas diucapkan seorang pelatih.

Ita mengatakan masih akan meminta keterangan dari pelatih yang bersangkutan. Hal itu diungkapkan Ita dalam Konferensi Pers pihak Persani dan didampingi oleh Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S. Dewa Broto di Media Center Kemenpora, Jumat (29/11).

Sebelumnya, atlet senam lantai putri, Shalfa Avrila Siani, dipulangkan dan dicoret dari SEA Games 2019 diduga karena alasan tidak perawan. Pihak keluarga Shalfa mengatakan jika pelatih yang bernama Irma mengatakan jika anaknya.

Ita menjelaskan bahwa persani sudah mengikuti aturan internasional dan telah menetapkan aturan yang sangat ketat bagi para pelatih. Diatur pula perilaku pelatih terhadap atletnya.

Jika terbukti bersalah, Ita akan tegas mencabut kepelatihannya karena akan berdampak buruk kedepannya jika dipertahankan tetap melatih. Namun, jika pelatih tersebut memiliki lisensi, Ita tak bisa bertindak banyak karena lisensi itu langsung dari federasi gimnastik dunia.

“Kalau terbukti bersalah, kami tidak akan libatkan lagi sama sekali, dan tak akan memerbolehkan ia ikut kepelatihan lagi,” tutur Ita.

“Paling tidak kami mengumumkan ke seluruh Asprov jika ada pelatih yang terkena sanksi karena buat kami hal ini sangat sensitif dan kasihan atletnya juga,” tutur Ita.

Ita pun berharap skuat gimnastik di SEA Games 2019 tak terganggu dengan adanya polemik ini dan bisa tetap fokus menjaga kans meraih medali di Filipina. (OL-4)

BERITA TERKAIT