29 November 2019, 17:26 WIB

Anak Wabup Banyuasin Jadi Tersangka Kasus Narkoba


Dwi Apriani | Politik dan Hukum

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Tersangka kasus narkoba

KEPOLISIAN Resor Banyuasin menetapkan Sigit Tri Atmoko,36, anak Wakil Bupati Banyuasin, Slamet Somosentono sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba, kemarin (29/11).

Berdasarkan informasi, Sigit sudah ditangkap oleh anggota Polres Banyuasin pada Senin (25/11) lalu, namun setelah menjalani
serangkaian penyelidikan, Sigit baru ditetapkan tersangka.

Tidak sendiri, Sigit bersama rekannya, Indra Yani Albain,34 pun ditahan di Mapolres Banyuasin. Sayangnya, keduanya ditangkap polisi saat sedang pesta narkoba di salah satu mess di Pemkab Banyuasin.

Usai dites, keduanya positif menggunakan narkoba jenis sabu, dimana peralatan penggunaan sabu pun ditemukan di lokasi penangkapan.

''Dari hasil laboratorium Polda Sumatra Selatan, kedua tersangka dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu dan sisa pakai yang ada di dalam pirek juga positif sabu,'' kata Kepala Polres Banyuasin, AKBP Danny Ardiantara Sianipar, Jumat (29/11).

Ia menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat ada pesta narkoba di mess Pemkab Banyuasin. Berbekal infomasi itu, polisi lalu melakukan penggerebekan dan akhirnya mendapati dua warga Banyuasin, berikut barang bukti.

Setelah mengamankan kedua orang tersangka, lanjut Danny, pihaknya langsung mengambil sampel urine kedua tersangka dan juga mengirim sisa barang bukti pada alat pirek untuk dilakukan cek di laboratorium.

''Barang bukti diakui milik Sigit dan dari hasil laboratorium kedua tersangka positif pengguna narkoba,'' jelasnya.

Dari hasil pengembangan, Polres Banyuasin kembali menangkap dua warga lain yakni Eric Sandi,34 dan Aditya Dharma Nugraha,27 yang diduga merupakan pemasok narkoba jenis sabu kepada Sigit.

Saat meringkus kedua pelaku, polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa satu paket narkoba jenis sabu seberat 1,43 kilogram.

''Kedua tersangka baru kami tangkap dan keduanya diduga sebagai pemasok sabu kepada Sigit,'' jelasnya.

Sementara itu, Sigit sendiri mengaku menyesal dan malu atas perbuatannya. Ia pun menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga maupun masyarakat Banyuasin.

''Saya menyesal, sangat menyesal. Mohon maaf kepada keluarga, ayah, kakak, adik, dan semua warga Banyuasin. Sekali lagi saya mohon maaf,'' kata Sigit.

Sigit mengaku baru mengkonsumsi sabu sejak ibunya meninggal dunia sekitar satu tahun lalu. Barang haram itu dia jadikan sebagai pelarian karena merasa frustasi ditinggal wanita yang telah melahirkannya. Sejak saat itu, Sigit menjadi kecanduan.

''Saya sudah menjadi pemakai sekitar satu tahun, sejak ibu meninggal. Sebenarnya tidak siap menjalani hukuman, tapi semua saya serahkan ke proses hukum. Yang pasti saya sangat menyesal,'' tandasnya. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT