29 November 2019, 17:10 WIB

Persani: Pencoretan Shalfa Bukan Karena Keperawanan


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Latihan atlet senam

KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) Ita Yuliati Irawan menegaskan keperawanan bukanlah syarat menjadi seorang atlet.

Hal itu diungkapkan Ita dalam Konferensi Pers pihak Persani dan didampingi oleh Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S. Dewa Broto di Media Center Kemenpora, Jumat (29/11).

Sebelumnya, atlet senam lantai putri, Shalfa Avrila Siani, dipulangkan dan dicoret dari SEA Games 2019 diduga karena alasan tidak perawan.

"Saya sudah tanya ke pelatih apakah ada persyaratan seperti itu. Kami yakin tidak ada karena beberapa atlet juga sudah ada yang menikah," ujar Ita.

Ita mengatakan bahwa banyak atlet senam internasional yang telah memiliki anak dan tetap berkarier. Pencoretan Shalfa dikatakannya betul-betul beralaskan prestasi Shalfa yang menurun sejak tampil di Kejurnas Gimnastik, 1-4 November.

Baca juga: Pelatih Bantah Pemulangan Atlet Senam karena tidak Perawan

Sebelumnya, Shalfa juga menggantikan Tasya yang cedera di kejuaraan dunia. Saat tampil Kejurnas, Shalfa hanya meraih ranking 37 (dari 42 nama). Maka, Shalfa digantikan Yogi yang ada di peringkat tiga.

"Untuk isu yang beredar, mohon maaf kami tidak bisa menanggapinya saat ini. Kami tidak tahu apakah tes keperawanan itu dilakukkan atau tidak. Kami memilih atlet berdasarkan prestasi dengan mengganti nama Shalfa menjadi Yogi," ucapnya

Ita mengaku telah berkoordinasi dengan tim pelatih terkait polemik yang terjadi sebelum para atlet bertanding di SEA Games 2019. Ia mengaku tak ingin tim senam Indonesia yang berlaga di Filipina terganggu konsentrasinya dan memberikan hasil maksimal bagi Merah-Putih. (OL-4)

BERITA TERKAIT