29 November 2019, 15:46 WIB

SMA/SMK di Depok Sambut Gembira SPP Gratis


Kisar Rajaguguk | Politik dan Hukum

MI/ BARY FATHAHILAH
 MI/ BARY FATHAHILAH
Ilustrasi

BIAYA sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) untuk peserta didik SMA/SMK di Kota Depok yang selama ini dibebankan kepada orangtua siswa digratiskan. Nominal SPP yang digratiskan antara Rp140.000-Rp190.000, per siswa/bulan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika mengatakan pelaksanaan SPP gratis di Kota Depok dan Jawa Barat umumnya akan digratiskan mulai tahun ajaran baru Juli 2020.

"Kepastian SPP gratis tersebut setelah RAPBD Tahun Anggaran 2020 diketok palu DPRD, " ujar Dewi, Jumat (29/11). Dewi mengatakan APBD yang dialokasikan untuk SPP SMA/SMK Kabupaten/Kota globalnya mencapai Rp1,4 triliun.

Adapun pencairan SPP menurut Dewi akan dilakukan sebanyak dua kali setahun atau per enam bulan sebesar Rp717 miliar dan kebijakan ini hanya berlaku untuk SMA/SMK Negeri.

Di Kabupaten/Kota Jawa Barat terdapat 835 SMA/SMK Negeri. Khusus Kota Depok 15 SMA/SMK Negeri dengan jumlah siswa 18.112 orang sesuai data Depodik 28 November 2019.

Ia menjelaskan, nominal SPP yang akan diberikan untuk tiap-tiap sekolah tidak sama tergantung dari jumlah peserta didik. " Nominal SPP tergantung jumlah peserta didik antara Rp140.000-Rp190.000 per siswa/bulan," ucapnya.

Pengelola Sekolah di Kota Depok menyambut gembira hal ini. Kepala SMA Negeri 2 Kota Depok Rahmad Muhammad mengaku senang dengan digratiskannya SPP oleh Pemerintah Jawa barat.

"Tentunya saya senang dengan program tersebut, hanya saja butuh di kaji ulang anggarannya agar nanti tidak salah penghitungan dalam pemenuhan kegiatan belajar mengajar di sekolah, " tutur Rahmat.

Hal senada, Kepala SMK Negeri 3 Kota Depok Lusi Triana mengatakan kebijakan baru tersebut akan membantu siswa-siswa semakin semangat dalam belajar.

"Pastinya saya ikut senang dan berterimakasih bila Pemerintah Jawa Barat bisa memenuhi kebutuhan Sekolah tanpa memberatkan orangtua," tutur Lusi.

Tetapi Lusi berharap kebutuhan sekolah dapat terpenuhi dan dampaknya bisa membantu siswa yang membutuhkan. (OL-4)

BERITA TERKAIT