29 November 2019, 15:02 WIB

PP Muhammadiyah Sayangkan Minimnya Layanan Disabilitas di Kereta


Insi Nantika Jelita | Humaniora

ANTARA/Livia Kristianti
 ANTARA/Livia Kristianti
Fazlur Rahman, seorang penyandang disabilitas, melakukan aksi di depan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Rabu (27/11).

WAKIL Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Maneger Nasution mengungkapkan peristiwa kecelakaan warga penyandang disabilitas yang terperosok di antara peron dan pintu kereta. Warga itu bernama Fazlur Rahman atau biasa dipanggil Alun.

Menurut Maneger, Alun tidak mendapatkan panduan yang cukup bagi seorang disabilitas dari petugas yang menemaninya saat naik ke kereta.

"Akibatnya, Alun terperosok di antara peron dan pintu kereta dengan masuk setengah badan sampai rel dengan permukaan yang sangat tinggi. Hal itu menyebabkan trauma berat, luka luka, lebam, dan sakit di persendian," terang Maneger dalam keterangan resmi, Jumat (29/11).

Baca juga: Jokowi Sidak Pelayanan BPJS di Subang

Sayangnya, pascaperistiwa, kata Maneger, petugas tidak menanyakan kondisi Alun namun langsung memasukkannya dalam kereta. Petugas juga tidak menawarkan layanan pengobatan dan penanganan traumatik oleh medis kereta api (mediska).

"Alun langsung dinaikkan ke atas kereta dengan kondisi luka dan seakan dipaksa melanjutkan perjalanan dalam kondisi yang shock. Alun mengaku syok berat, hilang kesadaran dengan peristiwa yang begitu cepat," kata Maneger.

Lebih lanjut Maneger mengatakan, Alun juga merasa kecewa karena merasa diremehkan saat menceritakan peristiwa ke petugas kereta.

Alun juga tidak puas dengan rilis PT KCI di media yang dianggap bukan kejadian sebenarnya sehingga membutuhkan forum klarifikasi.

"Dari hal ini kami melihat, perlu adanya upaya bagi PT KCI untuk mengevaluasi regulasi dan SOP yang ada terkait layanan bagi pengguna disabilitas," kata Maneger.

"PP Muhammadiyah meminta agar kejadian Alun ini menjadi momen memperbaiki layanan bagi pengguna disabilitas sebagai bagian perlindungan, pemenuhan, dan penghormatan hak hak penyandang disabilitas. Agar kejadian tersebut tidak terulang," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT