29 November 2019, 14:30 WIB

Anugerah Paramakarya Dorong Produktivitas Indonesia


mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK KEMENAKER
 DOK KEMENAKER
    

PRODUKTIVITAS nasional merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan perekonomian nasional. Produktivitas nasional merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang guna menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif ke depan. Hal itu disampaikan Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan penghargaan Paramakarya Tahun 2019 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.

Anugerah Paramakarya merupakan penghargaan produktivitas tertinggi kepada perusahaan yang terus berupaya meningkatkan produktivitas dan berhasil mempertahankan tingkat produktivitas yang dicapai selama tiga tahun berturut-turut. Anugerah itu diberikan Presiden Republik Indonesia sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah dalam memotivasi dunia usaha agar terus berupaya menerapkan prinsip-prinsip efektivitas, e?siensi, kualitas, dan ramah lingkungan dalam melakukan usaha sehingga tetap dan semakin produktif.

“Melalui penghargaan ini saya meminta Kementerian Ketenagakerjaan dapat menjadikan perusahaan-perusahaan ini sebagai duta model peningkatan produktivitas usaha untuk mendorong kesegaran dunia usaha dan masyarakat luas terhadap pentingnya peningkatan produktivitas," ujar Wapres.

Di sisi lain, Wapres mendorong pemerintah daerah turut aktif melakukan upaya peningkatan produktivitas. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah daerah mesti melibatkan perusahaan, dari skala kecil, menengah, sampai besar, agar terus meningkatkan produktivitas.

Wapres juga menekankan upaya peningkatan produktivitas usaha harus dimulai dari sektor usaha kecil. Ini perlu dilakukan mengingat usaha skala kecil masih memiliki keterbatasan, seperti tingkat keterampilan karyawan, pendidikan, serta penggunaan teknologi yang masih rendah. 

"Terkait itu, saya sangat mengharapkan para penerima penghargaan Paramakarya dapat mengembangkan usaha mikro, menjadi role model, dan terus ber-transformasi menjadi usaha lebih besar dan produktif, tutur Maruf.

Penghargaan Paramakarya diberikan setiap dua tahun sekali pada tahun ganjil. Ada pula penghargaan produktivitas tingkat provinsi bernama Shidakarya yang diberikan gubernur pada setiap tahun genap. 

Istilah Paramakarya dan Siddhakarya berasal dari bahasa Sansekerta. Paramakarya berarti karya unggul dan siddhakarya berarti karya prima yang diciptakan perusahaan. 

Kepedulian pemerintah 
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam laporannya mengatakan Anugerah Paramakarya diberikan sbagai wujud kepedulian pemerintah dalam memotivasi dunia usaha agar terus berupaya menerapkan prinsip-prinsip efektivitas, e?siensi, kualitas, dan ramah lingkungan dalam melakukan usaha sehingga tetap dan semakin produktif.

Ida pun mengungkapkan bahwa Indonesia masih berupaya untuk terus meningkatkan produktivitas. Jika dibandingkan dengan beberapa negara di wilayah kawasan, tingkat produktivitas perusahaan Indonesia masih berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Apalagi jika dibandingkan dengan Jepang. Pekerja Negeri Sakura tersebut mampu menciptakan output hampir empat kali lipat dari nominal uang yang dihasilkan Indonesia dengan durasi sama.

"Begitu pentingnya efektivitas, efisiensi, kualitas, dan ramah lingkungan dalam berproduksi, tentu saja ini harus dipicu dan jika memungkinkan harus digerak-kan secara nasional untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menyejajarkan Indonesia dengan negara maju lain," tutur Ida. 

Pemerintah sejatinya melakukan sejumlah upaya secara masif terkait penerapan alat, teknis, dan metodologi peningkatan produktivitas. Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja, dan dunia usaha, dunia pendidikan dan pelatihan, institusi pemerintah, serta organisasi lain guna menaikkan produktivitas dan daya saing Indonesia di pasar global. 

Ida menjelaskan perusahaan yang masuk nominasi Paramakarya harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, seperti tergolong perusahaan besar, menengah, dan kecil, bukan penanaman modal asing, bukan anak perusahaan cabang atau holding company, dan merupakan pemenang Shidakarya pada 2016 atau diusulkan daerah. 

Perusahaan itu juga harus memiliki NPWP atau surat izin usaha, patuh pada hukum ketenagakerjaan, membayar pajak, ikut program BPJS, jika memungkinkan memiliki serikat pekerja untuk perusahaan menengah, dan memenuhi kewajiban lain, fokus pada bahan baku lokal, menerapkan alat, teknik, dan metodologi peningkatan produktivitas, serta menunjukkan pertumbuhan usaha dalam tiga tahun terakhir.

Dari syarat itu diperoleh calon nominasi penerima penghargaan Paramakarya sejumlah 43 perusahaan yang terdiri atas 24 perusahaan kecil, 12 perusahaan menengah, dan 7 perusahaan besar. Kemudian, tim auditor pusat melakukan seleksi dengan kunjungan langsung ke perusahaan.

Kriteria 
Tim auditor, menurut Ida, melakukan penilaian dengan menggunakan Malcolm Baldrige Criteria. Terdapat delapan kriteria, yakni kepemimpinan, strategic planning, customer and market focus, human resources development and management, information and analysis, management process, business result, serta produktivitas.

Dari hasil penilaian itu terpilihlah 30 perusahaan yang berhak mendapat Anugerah Paramakarya. Jumlah tersebut terdiri atas 16 perusahaan kecil, sembilan perusahaan menengah, dan lima perusahaan besar. I

Ida menjelaskan tanggung jawab perusahaan tecermin dari komitmen, konsistensi, dan kontinuitas karyawan bersama manajemen perusahaan untuk terus berupaya meningkatkan produktivitas serta menjadikan prinsip-prinsip e?siensi, efektivitas, kualitas, dan ramah lingkungan menjadi budaya dalam berproduksi. Ini perlu terus dipacu dan dihargai. 

Para pemenang itu akan menjadi bagian dari jejaring kelembagaan Gerakan Na-sional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GN-P2DS). 

Sebagai penghargaan atas dukungan dan pembinaan kepada perusahaan yang memperoleh Penganugerahan Produktivitas Paramakarya Tahun 2019, Kementerian Tenaga Kerja juga memberikan penghargaan kepada gubernur yang membina perusahaan itu sehingga produktivitas meningkat. 

Penghargaan Paramakarya pada tahun ini mengangkat tema 'Kita Indonesia, kita produktif'. Penerima penghargaan Paramakarya pada 2019 kategori usaha besar, yaitu PT Sukorejo Indah Textile, PT Eramart, PT Sinar Pematang Mulia II, PT PGAS Solution, dan PT Kunango Jantan. Pemenang kategori usaha menengah, yaitu PT Marizarasa Sarimurni, CV Slamet Quail Farm, PT Lestari Jaya Bangsa, PT Timboel, PT Ban-dangantirta Agung, PT Indotirta Sriwijaya Perkasa, PT Coklat Citra Rasa, PT Cahaya Anugrah Sentosa, PT Subitu Kreasi Busana. Pemenang kategori usaha kecil, yaitu Rapindo Coffee, CV Saripati Laer, CV Seribu Satu, Indah Sari, CV Fania Grup, Kyan Ulos, UD Dede Satoe, UD Trikora, P4S Cahaya Duta Palili, Darma Jaya Snack, dan CV Uni Batik.Kementerian Tenaga Kerja juga memberikan penghar-gaan kepada gubernur yang membina perusahaan yang meraih Paramakarya. 

Terdapat 23 provinsi penerima Paramakarya, yakni Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Lampung, DKI Jakarta, Sumatra Barat, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Papua Barat, Bengkulu, Bali, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Jambi, Nusa Tenggara Ti-mur, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, dan Riau. (Dro/S3-25)

BERITA TERKAIT