29 November 2019, 12:45 WIB

Gerindra Tegaskan Tolak Perilaku LGBT


Arga Sumantri | Politik dan Hukum

MI/ROMMY PUJIANTO
 MI/ROMMY PUJIANTO
Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan partainya menolak perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Pernyataan Dasco itu mengonfirmasi kicauan akun Twitter resmi Gerindra yang mengomentari larangan LGBT untuk mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kejaksaan Agung.

"Biar bagaimana pun perilaku LGBT, Partai Gerindra dengan tegas menolak," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (29/11).

Menurut Dasco, kicauan akun Twitter Gerindra itu tidak bermaksud membela LGBT.

Baca juga: Gara-Gara Isu LGBT, Akun Twitter Gerindra Digeruduk Warganet

Dasco mengaku sudah menanyakan langsung pada admin Twitter Gerindra. Kicauan itu disebut bermaksud menyatakan bahwa semua pihak itu mempunyai hak yang sama di muka hukum.

"Sehingga kemudian timbullah cuitan Twitter itu," ujarnya.

Dasco mengakui cuitan itu menuai polemik. Ia menilai pernyataan yang dituliskan kurang spesifik hingga menimbulkan persepsi yang salah di mata publik.

Menurut Dasco, hal itu merupakan kesalahan dirinya dan pimpinan Gerindra lain lantaran kurang bisa mengontrol pernyataan resmi partai di media sosial.

"Kami akan perbaiki di kemudian hari supaya semua lebih terkendali dan kemudian tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Melalui hashtag #SuaraGerindra, akun @gerindra sebagai akun resmi Partai Gerindra menyatakan tidak setuju dengan kebijakan Kejagung yang menolak CPNS LGBT.

Menurut akun itu, penolakan yang dilakukan terhadap kaum LGBT sebagai CPNS oleh Kejaksaan Agung sangat tidak sesuai dan bertentangan dengan nilai Pancasila khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Partai Gerindra menjelaskan seluruh warga negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban, termasuk kalangan LGBT. Kewajiban bagi kalangan LGBT adalah menghormati dan mematuhi hukum serta nilai-nilai Pancasila. Mengenai hak, Gerindra menyebut LGBT berhak mendapatkan semua hak sebagai warga negara.

Setelah menuai polemik, akum @gerindra memberikan klarifikasi. Akun itu menyatakan Partai Gerindra meminta dan mendukung semua pihak untuk melakukan pencegahan LGBT sejak dini. Mulai dari lingkungan masyarakat, hingga area pendidikan seperti sekolah-sekolah, dengan melibatkan tokoh agama dan para ahli di bidang kesehatan.

"Dengan tujuan masyarakat dapat pemahaman sejak dini bahwa perilaku LGBT adalah perilaku yang bertentangan dengan berbagai norma dan juga mempungai dampak buruk bagi kesehatan," kicau akun @gerindra. (OL-2)

BERITA TERKAIT