29 November 2019, 00:51 WIB

Bantu Peternak Rakyat, SAP Bangun Konsorsium


mediaindonesia.com | Ekonomi

Dok. SAP
 Dok. SAP
Peluncuran konsorsium peternak rakyat oleh SAP

MASIH banyaknya peternak mikro di Indonesia membuat PT. Suryo Agro Pratama (SAP) yang bergerak di bidang agrobisnis membangun konsosium untuk peternakan rakyat agar lebih mandiri.

Direktur SAP Bernardi Rahaju mengatakan, konsorsium itu akan mendidik peternak rakyat menjadi kelompok peternak yang profesional.

"Juga untuk mewujudkan kemitraan dalam rantai produksi yang teratur sehingga secara keseluruhan rantai produksi sapi potong menjadi sustainable,” ujar Berardi dalam peluncuran Program Kerjasama di Bidang Peternakan Dengan Memberdayakan Peternakan Rakyat di Jakarta, (28/11).

Ia berharap, konsorsium itu nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan peternak, menstabilkan produksi sapi potong dan produksi daging untuk menjawab kebutuhan pangan masyarakat, khususnya daging sapi.

Secara nasional, jumlah peternakan kecil ini berjumlah sekitar 4,2 juta orang. Hal ini membuatnya menjadi tulang punggung bangsa Indonesia dalam penyediaan bahan pangan asal ternak.

Baca juga : Peternak Rakyat Keluhkan Adanya Konglomerasi di Industri Unggas

Oleh karena itu yang perlu dilakukan adalah mengembangkan peternakan di Indonesia dengan memberdayakan peternak kecil agar lebih kuat lagi.

"Kami juga bermaksud ikut berkontribusi dalam pembangunan ketahanan pangan khususnya daging sapi dan susu yang saat ini masih ada gap antara kebutuhan dan jumlah yang tersedia secara mandiri,” ujar Bernardi.

Dalam program tersebut, SAP menjalin sejumlah kemitraanm diantaranya dengan Infrabanx untuk pendanaan dan dukungan teknis investasi di bidang peternakan, kemudian dengan LPPM IPB untuk pelatihan pelatih (ToT) atas konsep Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), serta kerja sama dengan Kabupaten Blora untuk implementasi peternakan rakyat.

Infrabanx INHC 103 sendiri dalam konsorsium ini akan memberikan Total solusi Teknis dan Finansial yang disediakan oleh jaringannya yang berada di Kanada dan G-20 (bila diperlukan dengan offtake Kanada) yakni solusi paket berperingkat Triple-A, dengan komitmen penuh dan jaminan penyelesaian proyek dengan dasar turn key.

Di sisi Institusi/pemerintah/pemilik Proyek lokal akan menyediakan pembayaran pada saat penyelesaian. Namun, Infrabanx akan memberikan pelunasan hutang yang lebih lama jika dibutuhkan melalui mitigasi risiko melalui asuransi.

Direktur Utama PT Surya Jaya Abadi Perkasa Darren S Dimoelyo meyakini, kerja sama tersebut akan mampu memperkuat ketahanan peternakan rakyat di Indonesia

“Kami sangat senang dapat ikut dalam kerjasama ini karena sesuai dengan visi misi kami dalam mengupayakan peningkatan kesejahteraan peternak rakyat di Indonesia," katanya.

Baca juga : 1500 Sapi di Mukomuko Kawin Suntik

Di sisi lain Kepala LPPM IPB yang juga Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University Mulando mengatakan, SPR didirikan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada petani skala kecil tentang berbagai aspek teknis dan non-teknis pertanian yang membentuk dasar perusahaan kolektif.

“Program SPR bertujuan untuk meningkatkan daya saing bisnis petani untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Dengan demikian, model usaha petani ini diarahkan menuju Bisnis Kolektif dalam bentuk Koperasi,” ujar Muladno.

Kabupaten Blora memiliki masyarakan peternakan yang besar dan menjadi salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang menjadi sentra pengembangan produksi sapi potong.

Ada 3 jenis ternak yang diusahakan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah yakni ternak besar, ternak kecil dan unggas. Sapi potong merupakan jenis ternak besar terbanyak di Kabupaten Blora. Bahkan setiap tahun jumlah sapi yang tersebar di wilayah Kabupaten Blora, terus mengalami peningkatan cukup bagus.

"Jadi, tidak heran Blora ini banyak disebut orang sebagai Lumbung Ternak di Jawa Tengah,” ungkap Djoko Nugroho, Bupati Blora. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT