28 November 2019, 23:11 WIB

Keamanan Teknologi Informasi belum Dianggap Prioritas


mediaindonesia.com | Teknologi

istimewa
 istimewa
Penyelenggaraan TOP Digital Awards 2019

IT security atau keamanan teknologi informasi (TI) masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem TI harus diwaspadai. Aktivitas operasional jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistem keamanan TI yang masih lemah.

Itu disampaikan Kalamullah Ramli atau yang akrab dipanggil Prof. Muli. Ketua Dewan Juri Top Digital Awards 2019 saat menyampaikan sejumlah temuan penting terkait implementasi TI dan transformasi digital yang diperoleh dewan juri dari para peserta ajang itu.

"Sebagian peserta juga masih fokus pada pengembangan aplikasi dan hanya menyediakan server room. Belum semua perusahaan didukung data center. Padahal di era digital ini kebutuhan data center mutlak diperlukan. Apalagi jika sudah masuk ke sistem industri 4.0, tentu big data dan data analytic akan memerlukan data center yang andal," ujarnya pada puncak acara itu, Jakarta, Rabu (27/11) malam.

Selain itu, lanjutnya, sinkronisasi dan integrasi aplikasi yang digunakan oleh berbagai kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah masih terkendala banyak hal. Ia menyarankan perlu ada kebijakan yang memaksa berjalannya kebijakan satu data.

Begitu juga dengan TI di perusahaan induk dengan anak perusahaan belum semua terintegrasi dengan baik.

Baca juga : Lintasarta Raih 3 Penghargaan di TOP IT & TOP Telco 2019

Lantas masing-masing instansi cenderung mengembangkan sendiri aplikasi dan solusi digital. Karenanya, sering terjadi permasalahan ketika dilakukan integrasi dari banyak solusi. Sebenarnya, keunggulan solusi digital di salah satu instansi dapat diduplikasi di instansi lain, sehingga meminimalkan biaya investasi pengembangannya.

Ia pun melihat sebagian peserta masih belum memberikan fasilitas penilaian atas solusi/aplikasi yang digunakan. Jika masing-masing pengguna solusi/layanan punya opsi pemberian rating nilai atas layanan, seperti kepuasan bintang 5 atau 1, unit terkait akan terpacu untuk terus meningkatkan layanannya. Jadi, penggunaan aplikasi/solusi digital akan menigkatkan budaya layanan yang lebih baik.

Ketua Penyelenggara Top Digital Awards 2019 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah It Works dan portal berita itworks.id M Lutfi Handayani

menjelaskan bahwa kegiatan itu bukan sekadar ajang penghargaan semata, tapi ada aspek pembelajarannya bagi peserta. "Ini karena dewan juri selalu memberikan masukan tentang pengembangan solusi TI dan transformasi digital yang perlu mereka lakukan ke depan,” tambah Lutfi.

Top Digital Awards merupakan penghargaan bidang TI telekomunikasi/teknologi digital. Pada tahun ini kegiatan penilaian itu melibatkan lebih dari 500 perusahaan dan instansi pemerintahan. Kemudian, berdasarkan rekomendasi para pakar, konsultan, dan asosiasi TI ditetapkan 200 finalis/kandidat pemenang. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT