28 November 2019, 23:50 WIB

Lampu Tabung LED Tunggal Tekan Risiko Kecelakaan Kerja


(Tes/S-5) | Ekonomi

ist
 ist
Pemasangan lampu Led Tunggal

STANDAR keselamatan dalam pemasangan lampu pada sebuah unit properti amat perlu diperhatikan. Hal itu penting lantaran berdasarkan penelitian perusahaan bidang pencahayaan, Signify, banyak tenaga profesional pencahayaan yang menghadapi risiko akibat penggunaan produk berkualitas rendah.

Sekitar 70% pemasang lampu profesional pernah mengalami kejadian buruk saat bekerja, seperti tersetrum dan cedera. Hasil survei pun menyatakan, 38% pemasang profesional cenderung menyukai penggunaan lampu tabung LED (light emitting diode) karena lebih hemat energi dan berkualitas cahayanya. Sisanya, lebih suka menggunakan bohlam LED, yakni sekitar 38% dan luminer LED sekitar 34%.

Studi komprehensif mengenai pemasang lampu profesional itu dilakukan secara global, yang menyasar 500 pemasang lampu di Inggris, Jerman, Prancis, Denmark, Swedia, Polandia, Norwegia, Tiongkok, Indonesia, dan Amerika Serikat.

"Secara global, lampu tabung LED tersebut paling sering digunakan untuk pekerjaan pemasangan, yakni sekitar 55%, diikuti lampu LED sekitar 48%, dan luminer LED sekitar 46%," ujar Country Leader Signify Indonesia Rami Hajjar dalam pemaparan kepada media di Jakarta, Selasa (26/11).

Menyoroti lampu tabung LED, kata Rami, lampu berujung tunggal relatif aman. Itu karena listrik hanya mengalir pada satu sisi. Adapun sisi lainnya aman dipegang karena tidak dialiri listrik.

Akan tetapi, lampu tabung LED berujung ganda seperti banyak yang beredar di pasaran dinilai kurang aman karena membutuhkan aliran listrik di kedua ujungnya. Pemasang lampu tabung LED berujung ganda pun bisa menghadapi risiko tersengat aliran listrik lebih besar, terutama saat tak sengaja menyentuh ujung lampu dalam pemasangan.

Selain itu, lampu tabung LED bisa menghemat energi hingga sebesar 50% jika dibandingkan dengan sistem lampu pijar (flourescent) konvensional. Kualitas pencahayaan lampu tabung LED juga mirip sinar matahari alami.

"Pencahayaan lampu yang tepat berefek luar biasa untuk meningkatkan fokus dan produktivitas. Penerangan lebih sempurna untuk penggunaan komersial, seperti kantor, lahan parkir, dan supermarket," imbuh Rami.

Direktur Building Owners and Managers Association Indonesia, Bernanto, sependapat atas pentingnya aspek keselamatan dalam pemilihan lampu.

"Pengalaman saya di industri, banyak kecelakaan kecil terjadi ketika pengerjaan proyek. Kasus terburuk, pemasang dapat tersengat listrik. Lampu tabung LED ujung tunggal bisa menekan risiko itu," jelasnya.

Kasubdit Elektronika Badan Standardisasi Nasional (BSN) Nukman Wijaya menambahkan, banyak lampu tabung ujung ganda tanpa pin pengaman yang beredar pada pasar domestik. "Produk tersebut berpotensi membahayakan pengguna jika terjadi salah pasang," ujarnya. (Tes/S-5)

BERITA TERKAIT