29 November 2019, 05:30 WIB

Lippo Jual Dua Pertiga Saham OVO


(Ant/E-3) | Ekonomi

Antara
 Antara
Pendiri sekaligus pemilik Lippo Group, Mochtar Riady

LIPPO Group sebagai investor utama OVO menjual dua pertiga saham perusahaan dompet digital tersebut. Lippo harus melego sahamnya lantaran tidak kuat untuk memasok dana atau 'bakar uang'.

"Bukan melepas, kami menjual sebagian. Sekarang (saham) kami mungkin tinggal 30%. Dua pertiganya kami jual," kata pendiri sekaligus pemilik Lippo Group, Mochtar Riady, saat ditemui pada acara Indonesia Digital Conference 2019 di Jakarta, kemarin.

Mochtar mengakui alasan utama Lippo Group sebagai pemegang saham utama OVO menjual dua pertiga kepemilikan saham lantaran tidak kuat memasok dana atau 'bakar uang' untuk layanan gratis, diskon, hingga cash back yang diberikan OVO.

Sejak 2017 mendapatkan lisensi uang elektronik (e-wallet), OVO telah aktif memberikan promosi diskon dan cash back untuk menjaring pengguna. OVO disebut-sebut menjadi penantang Gopay di pasar uang elektronik. "Alasannya, terus bakar uang, bagaimana kami kuat," kata Mochtar.

Sebelumnya, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra membantah rumor hengkangnya Lippo Group dari OVO sebagai penyuntik dana. Menurut dia, rumor itu sangat merugikan eksistensi OVO dan Lippo Group.

"Kami adalah perusahaan independen yang dikelola manajemen profesional. Mana mungkin OVO berpisah dari pendirinya," kata Karaniya dalam keterangan resminya.

Ia menegaskan bahkan telah berdiskusi panjang lebar dengan Direktur Lippo Group John Riady mengenai pengembangan perusahaan ke depan dan banyak diberikan masuk-an serta dukungan terhadap berbagai upaya pengembangan bisnis perusahaan.

Ia menilai promosi berbentuk cash back dan pemberian fasilitas lain merupakan hal yang biasa di dunia startup saat ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. (Ant/E-3)

BERITA TERKAIT