28 November 2019, 21:20 WIB

Warga Banjarnegara Diminta Waspadai Bencana Longsor


Liliek Dharmawan | Nusantara

 ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/hp.
  ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/hp.
 lokasi longsor tanggul irigasi di Kelurahan Parakancanggah, Banjarnegara, Jateng, Sabtu (02/11/2019)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali mengimbau warga untuk mewaspadai bencana tanah longsor menyusul makin tingginya tingkat curah hujan di wilayah setempat.

"Kami kembali mengimbau agar warga mewaspadai tanah longsor terutama saat terjadi hujan dengan durasi yang lama dan intensitasnya tinggi," kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Arief Rahman, di Banjarnegara, Kamis (28/11).   

Terlebih lagi, kata dia, telah ada kejadian tebing longsor di wilayah Asinan, Kalibening, pada Selasa (26/11) yang lalu.        

"Kejadian itu perlu menjadi pengingat bersama bahwa peningkatan curah hujan perlu diwaspadai khususnya di wilayah yang rawan tanah longsor," katanya.   

Ia menjelaskan, tebing longsor tersebut terjadi akibat hujan deras dengan durasi sekitar satu jam.

"Akibat kejadian tersebut jalan kabupaten yang menjadi penghubung Kecamatan Banjarmangu dan Kecamatan Kalibening sempat tertutup total oleh material tanah dan batu, sehingga jalan tidak bisa dilalui oleh kendaran roda dua dan roda empat serta pejalan kaki," katanya.    

Namun pada saat ini, kata dia, telah dilakukan upaya pembersihan material longsor dari badan jalan.


Baca juga: Tabanan Raih Predikat Kepatuhan Pelayanan Publik Ombudsman


Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berpotensi hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (29/11) sore.  

"Ada potensi hujan lebat pada Jumat sore hari di hampir seluruh kecamatan yang ada di Banjarnegara," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie.

Ia menjelaskan, hanya ada dua kecamatan di Banjarnegara yang diprakirakan tidak berpotensi terjadinya hujan deras yakni Susukan dan Mandiraja.  

"Kecamatan Susukan dan Mandiraja diprakirakan hanya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," katanya.

Sementara itu, BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan deras dengan durasi yang panjang dikhawatirkan dapat memicu bencana tanah longsor.

"Terlebih lagi hujan lebat dikhawatirkan disertai petir dan angin kencang sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaannya," katanya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT