28 November 2019, 20:55 WIB

Jokowi: Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Mayoritas G-20


Faustinus Nua | Ekonomi

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
 ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo 

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan bajwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih lebih baik bila dibangdingkan negara-negara lainnya. Di tengah ketidakpastian global dan melemahnya ekonomi akibat perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, Indonesia masih bisa tumbuh di kisaran 5%.

"Apa yang ingin saya sampaikan, kita bersyukur bahwa negara kita masih diberi pertumbuhan ekonomi diatas 5%. Dibandingkan dengan negara G20 kita masih lebih baik," kata Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, di Jakarta (28/11).

Diejelaskannya bahwa banyak negara yang mengalami pertumbuhan di bawah 5% akibat perang dagang. Indonesia, lanjutnya diantara negara-negara G20 hanya kalah dari Tiongkok dan India.

"Kita di atas Amerika, kalau ndak bersyukur itu kufur nikmat," tambahnya.

Presiden juga menekankan 3 nilai penting dalam mencapai visi Indonesia maju sekaligus menghadapi situasi global yang tidak pasti. Pertama, menurutnya harus mampu bertahan di tengah kesulitan yang menimpa dirinya. Kedua, lanjutnya mencari sumber daya baru yang dapat mendukung upaya untuk bertahan.

"Ketiga, tetap optimis dalam mengajdapi berbagai tekanan. Jangan kalau ada tekanan eksternal kita hanya menunggu, wait and see," imbuhnya.

Di samping itu, Presiden menambahkan bahwa dirinya bersyukur dengan adanya kerja sama yang baik di antara pemerintah. Diakuinya bahwa dalam mengatasi situasi saat ini, Menteri Keuangan, Bank Indonesia dan OJK terus bersinergi dalam mencari solusi terbaik.

"Saya bersyukur komunikasi pemerintah Menkeu, BI, OJK sangat baik sekali.

Ini penting kalau komunkasi gak ngeklik, sendiri-sendiri situasinya bisa kemana-mana," pungkasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT