29 November 2019, 00:20 WIB

Ledakan Dahsyat Pabrik Kimia Texas Sebabkan Evakuasi


MI | Internasional

AFP
 AFP
Ledakan  Dahsyat Pabrik Kimia Texas Sebabkan Evakuasi

SEKITAR 60.000 orang telah dievakuasi dari daerah di sekitar Port Neches di Texas, Amerika Serikat, setelah serangkaian ledakan besar di pabrik kimia.

Rekaman menunjukkan kilatan cahaya sebelum pabrik TPC Group dilalap api. Satu video menunjukkan pintu rumah di dekat fasilitas itu rusak.

Tiga karyawan terluka dalam ledakan awal. Ledakan pertama pada pukul 01.00 waktu setempat pada Rabu (27/11) diikuti oleh serangkaian ledakan sekunder.
Belum diketahui apa yang menyebabkan ledakan itu, yang terasa 30 mil (48km) dari pabrik TPC Group.
Ledakan besar selanjutnya terjadi pada pukul 14.00 pada Rabu, memicu perintah evakuasi.

Zona evakuasi wajib mencakup radius 6,4 km (4 mil) dari fasilitas, termasuk kota-kota Port Neches, Groves, beberapa bagian dari Nederland, dan Port Arthur di dekatnya.

Warga sekitar Omar Hamza, yang rumahnya berjarak sekitar 1 km dari pabrik, mengatakan pintu garasi rumahnya hancur.

“Semua pintu benar-benar rusak, kaca jendela pecah. Saya mencari adik dan berpikir seseorang telah mengebom daerah itu,” katanya, dikutip dari Mirror.
Penduduk Port Neches mengatakan jendela-jendela rumah mereka terkena imbas ledakan pabrik.

“Kami adalah rumah terdekat dengan pabrik. Pintu rumah kami tekena serpihan tetapi kami bisa keluar dengan selamat,” kata Ryan Mathewson,
Crystal Holmes, kapten di kantor sheriff Jefferson County, mengatakan dua karyawan ditarik keluar dari pabrik.

“Ada upaya pencarian dan penyelamatan di dalam pabrik tetapi ada juga kerusakan pada rumah-rumah terdekat sehingga kami akan mengecek dari pintu ke pintu memeriksa kondisi warga dan rumah mereka,” ujarnya.

Palang Merah mendirikan tempat penampungan sementara di sebuah gereja bagi warga yang mengungsi. TPC Group yang berbasis di Houston merupakan perusahaan petrokimia. Perusahaan swasta itu dapat memproduksi 408 juta kg produk per tahun di pabrik Port Neches. (BBC/Hym/I-1)

 

 

 

BERITA TERKAIT