29 November 2019, 00:00 WIB

Konservatif Diprediksi Menangi Pemilu


MI | Internasional

AFP
 AFP
Pemimpin Partai Konservatif Inggris Boris Johnson

PEMIMPIN Partai Konservatif Inggris Boris Johnson diprediksikan akan memenangkan suara di parlemen Inggris, jika pemilihan mendatang diadakan pekan ini. Hal tersebut diungkapkan berdasarkan hasil jajak pendapat oleh perusahaan riset terkemuka Inggris, YouGov, yang dirilis Rabu (27/11).

Pemilu dini digelar pada 12 Desember dengan harapan Perdana Menteri Inggris itu dapat mengamankan kursi parlemen untuk mengatasi kebuntuan Brexit dan membawa negaranya keluar dari Uni Eropa.

Hasil jajak pendapat menyebut jika pemilihan diadakan kemarin, Partai Konservatif akan memperoleh 44 kursi dari Partai Buruh yang menjadi oposisi utamanya, untuk memenangkan 68 ma­yoritas kursi.

Data menunjukkan kenaikan yang lebih besar dari Buruh ke Konservatif di daerah-daerah yang lebih pro-Brexit, terutama di wilayah utara dan tengah Inggris.

“Seperti yang diharapkan, hal utama yang menentukan sejauh mana masing-masing kursi ini bergerak melawan Partai Buruh adalah bagaimana kursi itu memberikan suara dalam Referendum keanggotaan Britania Raya di Uni Eropa 2016,” ujar manajer penelitian politik YouGov, Chris Curtis.

Jajak pendapat yang pertama kali memprediksikan hasil perolehan kursi-per-kursi ini, menggunakan model yang memperkirakan 93 % kursi dengan benar dalam pemilu terakhir pada 2017 lalu.

Disebutkan jumlah total kursi Konservatif di parlemen akan naik menjadi 359 kursi, dibandingkan dengan perolehan 211 kursi untuk Partai Buruh.

Hal tersebut menunjukkan prediksi partai sayap kiri, Partai Buruh, akan kehilangan 51 kursi secara keseluruhan.

“Dalam hal kursi yang dimenangkan, ini akan menjadi kinerja terbaik Partai Konservatif sejak 1987,” terang jajak pendapat berdasarkan analisis data, termasuk wawancara dengan sekitar 100 ribu orang Inggris terkait tujuan mereka dalam memberikan suaranya.

Johnson yang mengambil alih pemerintahan sebagai perdana menteri dengan minoritas kursi di parlemen pada Juli lalu, tidak mampu mempercepat kesepakatan Brexit melalui parlemen. Sebelumnya, ia telah berjanji untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari mendatang.

Jika partai sayap kanan, Partai Konservatif, kembali berkuasa pada pemilu ketiga dalam empat tahun terakhir, Johnson berjanji untuk membawa perjanjian Brexit kembali ke parlemen sebelum Natal tiba. (AFP/Uca/X-11)

BERITA TERKAIT