28 November 2019, 20:50 WIB

PSSI Serius Terapkan VAR di Liga 1


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

ANTARA/AJI STYAWAN
 ANTARA/AJI STYAWAN
Pemain PSIS Semarang Bruno Silva (tengah) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makassar Benny Wahyud di Liga 1.

PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) serius untuk menerapkan video assistant refeere (VAR) di kompetisi Liga 1 pada musim 2021 mendatang.

Hal itu terlihat dari adanya arahan langsung dari Direktur Teknik International Football Association Board (IFAB) David Elleray untuk mempersiapkan penunjang VAR dari infrastruktur hingga edukasi kepada wasit lokal.

Baca juga: Madura United Cari Kandang Baru Jelang Liga 1

IFAB merupakan otoritas tertinggi yang mengatur tentang hukum dan standar sepak bola dunia.

David mengatakan untuk menerapkan VAR di Indonesia memang sebuah tantangan. Sebab hal itu harus ditopang dengan finansial dan infrastruktur yang memadai.

Soal infrastruktur, David mengatakan sebuah negara harus memiliki jaringan internet berkecepatan tinggi agar siaran ulang bisa diproses dengan cepat, sehingga wasit bisa melihat tayang dan mengambil keputusan yang tepat secepat mungkin.

Untuk membangun infrastruktur itu, sebuah negara harus ditopang oleh sisi finansial yang mencukupi. Namun, ia tidak merinci nominal yang harus disiapkan negara atau federasi sepak bola untuk menerapkan VAR.

"Soal uang mungkin saya akan sulit untuk berbicara. Ini bergantung infrastruktur yang ada. Namun, setelah saya berbicara dengan ketua umum dan sekjen PSSI, mereka memiliki uang cukup uang untuk menerapkan VAR," kata David, ketika ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (28/11).

Setelah ini, IFAB akan melakukan pengarahan secara langsung kepada PSSI, mulai dari training kepada wasit, penerapan teknologi, survey stadion, sampai time plan menuju 2021.

"Ini akan membutuhkan waktu 9-12 bulan. IFAB dan FIFA akan memberikan persetujuan pada akhir 2020. Setelah itu, IFAB akan terus memonitor dua hingga tiga tahun. Kami optimistis awal 2021 bisa terealisasi," ungkap David.

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha mengatakan selain untuk menerapkan VAR di Liga 1, nantinya akan berguna ketika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Maka dari itu, Tisha mengatakan penerapan VAR diharapkan bisa segera terealisasi pada awal tahun 2021.

"Selain Liga 1, ini juga untuk menyiapkan infrastruktur untuk Piala Dunia U-21 2021 mendatang. Ini semua in cost kita dan IFAB akan membatu melalui expertise," kata Tisha.

Setelah IFAB melakukan pelatihan kepada wasit lokal, nantinya VAR akan diterapkan di kompetisi muda terlebih dahulu.

"Kita ada elit pro academy U-16 dan U-18 dan diterapkan dulu di sana, serta mendapat monitoring langsung dari IFAB," kata Tisha. (Faj/A-3)

BERITA TERKAIT