28 November 2019, 17:07 WIB

Dana Desa di Jawa Barat masih Disalurkan Untuk Infrastruktur


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/Furqon Ulya Himawan
 MI/Furqon Ulya Himawan
Dana desa di Jawa Barat masih difokuskan untuk infrastruktur

DANA desa di Jawa Barat masih banyak disalurkan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, dan jamban. Dari 5.300-an desa di Jawa Barat, hampir seluruhnya menggunakan anggaran tersebut untuk kepentingan fisik. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi, hal ini terjadi karena penggunaan dana desa mengacu kepada APBDes yang berawal dari usulan-usulan warga dalam musyawarah desa.

"Sebagian besar masih untuk infrastrukur, karena penggunaan dana desa patuh ke dalam APBDes," katanya di Bandung, Kamis (28/11/2019).

Hal ini disebabkan masih banyak desa di wilayahnya yang membutuhkan pembangunan infrastruktur.

"APBDes tersusun dari musyawarah desa. Usulan-usulan warga masih seputar infrastruktur," katanya.

Oleh karena itu, mulai 2020 pihaknya mengarahkan unsur masyarakat desa  agar mampu mengusulkan program-program yang lebih produktif di luar infrastruktur. Ini ditandai dengan pengiriman 110 Patriot Desa untuk membantu masyarakat dalam tata kelola desa.

"Kita arahkan bagaimana tak bergerak hanya ke sini," katanya.

Melalui patriot desa ini, dia berharap penggunaan dana desa bisa dialokasikan seperti kepada sektor wisata.

Salah satunya dengan mengembangkan desa wisata. Bahkan, menurutnya sudah  ada dua desa wisata di Jawa Barat yang masuk kategori maju.

"Di Pangandaran di Desa Kertayasa, kategori maju. Di Garut ada di Desa Sukalaksana," katanya.

baca juga: Dana Desa Dimannfaatkan Untuk Pengembangan SDM di Babel

Kedua desa itu mengembangkan sektor wisata dengan merevitalisasi kawasan wisata alam yang sudah ada.

"Infrastruktur dibuka, kafe-kafe, restoran, sampai homestay dikembangkan," katanya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT