28 November 2019, 16:24 WIB

Serapan APBD Kota Cirebon masih Rendah


Nurul Hidayah | Nusantara

MI/Nurul Hidayah
 MI/Nurul Hidayah
 Walikota Cirebon, Nashrudin Azis (berjaket hitam) meminta semua OPD tidak menumpuk penyerapan anggaran di akhir tahun.

WALI Kota Cirebon Nashrudin Azis meminta agar serapan anggaran belanja November ini segera dipercepat. Permintaan tersebut dilatarbelakangi belum maksimalnya penyerapan anggaran yang dilakukan sejumlah dinas di Kota Cirebon.

"November ini serapan anggaran belanja perlu dipercepat," tegas Azis," Kamis (28/11/2019).

Sehingga berbagai proyek yang saat ini tengah dilaksanakan harus dikerjakan secepatnya, agar pembiayaannya bisa segera terbayarkan.

Azis juga mengakui, setiap tahun permasalahan minimnya penyerapan anggaran selalu terulang. Karenanya pada 2020 pihaknya akan melelangkan program atau proyek yang sudah lengkap dokumen perencanannya.

"Jangan sampai terulang tahun depan, penyerapan anggaran harus lebih baik tidak menumpuk di akhir tahun," tegas Azis.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengungkapkan jika keseluruhan belanja hingga November tahun ini baru mencapai 66 persen. Dari jumlah tersebut realisasi untuk belanja tidak langsung sudah mencapai 86 persen, namun untuk belanja langsung penyerapannya masih di angka 51 persen.

"Dinas yang paling minim penyerapan anggarannya ada di DPUPR serta Dinas  Pendidikan," ungkap Agus.

Karena saat ini banyak proyek dalam belanja langsung yang belum terbayarkan. Padahal, lanjut Agus, sudah sejak jauh-jauh hari setiap jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di Kota Cirebon untuk tidak melakukan penumpukan penyerapan anggaran di akhir tahun.

"Kita juga sudah minta kepada mereka agar tidak terulang lagi tahun depan," tambahnya.

Untuk itu, beberapa program infrastruktur yang sudah ditetapkan serta  sudah memiiki detail engineering detail untuk segera dilelang pada Desember atau maksimal Januari 2021.

"Anggaran kita tahun depan juga sudah disahkan," ungkap Agus.

baca juga: Jasa Pelayanan Karyawan RSUD Banten Sudah 7 Bulan belum Dibayar

Dia menjelaskan penyebab keterlambatan penyerapan anggaran sudah diidentifikasi. Di antaranya proses perencanaan yang kurang cermat, kurang detail dan kurang matang. Selain itu saat sudah memasuki tahap lelang, ada penyusunan dokumen lelang, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), serta penyusunan spesifikasi teknis yang bisa memakan waktu cukup lama. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT