28 November 2019, 15:59 WIB

Kepada Delegasi Uni Eropa, Jokowi: Tidak Tinggal Diam Soal Sawit


Akmal Fauzi | Ekonomi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) berbincang dengan delegasi EU-ASEAN Business Council di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini.

PRESIDEN Joko Widodo menyindir adanya diskriminasi terhadap minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia oleh Uni Eropa. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan delegasi European Union (EU)-ASEAN Business Council di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/11).

Jokowi menegaskan, tak akan tinggal diam atas tindakan negara-negara Eropa tersebut. Menurutnya, diskriminasi terjadi melalui berbagai aturan Uni Eropa yang menyulitkan masuknya salah satu komoditas utama Indonesia tersebut.

"Diskriminasi terhadap CPO Indonesia juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Eropa," kata Jokowi.

Menurutnya, Indonesia bersama para produsen CPO telah berupaya memberikan berbagai data dan penjelasan kepada Uni Eropa. Hanya saja, Uni Eropa bergeming atas upaya Indonesia tersebut.

Baca juga: DPR Minta Sawit Masuk IEU-CEPA

Ia mengaku akanmembawa masalah ini melalui Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Saat ini, baik Indonesia maupun Uni Eropa telah membentuk kelompok kerja untuk membahas masalah CPO.

"Saya berharap kelompok kerja itu dapat berkontribusi terhadap penyelesaian masalah CPO," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan komitmennya dalam melawan diskriminasi yang diterapkan terhadap komoditas andalan ekspor Indonesia tersebut.

"Tentunya, Indonesia tidak akan tinggal diam menyikapi diskriminasi ini," kata eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi berharap EU-ASEAN Business Council bisa membantu penyelesaian tersebut. Di samping itu, Jokowi juga menegaskan terbukanya ASEAN bagi investasi dari EU. (OL-4)

BERITA TERKAIT