28 November 2019, 13:26 WIB

Presiden Jokowi Ingin Angka Stunting Turun Jadi 14%


Andhika Prasetyo | Humaniora

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.
 ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.
Presiden RI Joko Widodo  menargetkan prevalensi stunting di Indonesia pada 2024 bisa ditekan hingga hanya 14%.

PRESIDEN Joko Widodo menargetkan prevalensi stunting di Indonesia pada 2024 bisa ditekan hingga hanya 14%.

Target tersebut sedianya jauh lebih kecil dari angka yang ditetapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yakni sebesar 19%.

"Dari Bappenas meminta target 19%. Saya tidak mau. Saya ngotot 14%. Angka-angka itu kalau dikerjakan terus bukan sesuatu yang sulit didapat. Tetapi memang perlu kerja keras dan fokus untuk mempertajam, menutup masalah yang harus kita kerjakan," ujar Jokowi di Jakarta, Kamis (28/11).

Sedianya, angka penderita stunting di Tanah Air sudah terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.

Pada 2014, prevalensi stunting masih berada di level 37%. Lima tahun berselang yakni pada 2019, angka itu turun menjadi 27%.

Berdasarkan data Bank Dunia, sebanyak 54% tenaga kerja di Indonesia, pada masa kecil mengalami stunting. Hal itulah yang dinilai menghambat perkembangan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air saat ini.

Maka dari itu, untuk mendukung program penurunan prevalensi stunting, pada 2020 pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp132,2 triliun, naik 13% dari realisasi anggaran 2019.

Dengan dana sebesar itu, pemerintah akan menguatkan program peningkatan nutrisi ibu hamil dan menyusui serta balita. (Pra/OL-09)

BERITA TERKAIT