28 November 2019, 10:46 WIB

Lima Perlintasan Sebidang di Bekasi Bakal Ditutup


Gana Buana | Megapolitan

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
Sosialisasi tentang perlintasan sebidang kereta api

SEBANYAK lima perlintasan sebidang yang ada di wilayah Kota Bekasi bakal ditutup usai proyek strategis nasional Kereta Cepat Jakarta-Surabaya dan jalur rel ganda atau Double Double Track (DDT) berjalan. Saat ini, pemerintah pusat baru merevitalisasi Stasiun Bekasi.

“Pasti ditutup, jarak kedatangan kereta diprediksi 5 menit sekali,” ungkap Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Erwin Guwinda, Kamis (28/11).

Erwin menjelaskan, saat ini ada lima perlintasan sebidang di Kota Bekasi di antaranya perlintasan Jalan Pahlawan Bulak Kapal, Perlintasan Ampera, Perlintasan di Jalan Agus Salim, Perlintasan di Jalan M Yamin dan Perlintasan di Jalan Perjuangan.

Menurut Erwin, tiga dari lima perlintasan tersebut memungkinkan untuk ditutup. Sementara di perlintasan Jalan Pahlawan Bulak Kapal akan segera dibangun fly over sebagai akses warga melintas.

“Untuk di Jalan Perjuangan yang masih jadi perdebatan, pemerintah daerah maunya tidak ditutup,” kata Erwin.

Baca juga: Pemprov DKI Dituntut Tutup Perlintasan Sebidang

Erwin menjelaskan, penutupan perlintasan di simpang Jalan Perjuangan akan membuat beban lalu lintas semakin berat. Buangan arus menuju wilayah utara akan semakin jauh.

“Itu akses menuju wilayah utara, Kabupaten Bekasi dan wilayah pantai utara, biasanya diperuntukan bagi kendaraan berat,” jelas dia.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Dirjen Perkeretaapian akan mulai merevitalisasi Stasiun Bekasi pada akhir Desember 2019. Pengerjaan ini akan selesai pada 2021.

“Ini sedang mulai perisapan pembangunan,” ungkap Kepala Humas Dirjen Perkeretaapian Kemenhub.

Supandi mengatakan, pembangunan tersebut memakan waktu selama dua tahun. Jalur kereta di Stasiun Bekasi juga akan ada penambahan. Sebab, selain melayani penumpang kereta commuter line, di stasiun tersebut juga melayani penumpang kereta jarak jauh termasuk Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.

“Sarana dan prasarana stasiun bakal lebih lengkap. Bahkan, luas area dua kali lipat lebih besar dari luas 1.515 meter menjadi 3.600 meter,” tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT