28 November 2019, 10:10 WIB

KSAL Usulkan Kerja Sama Angkatan Laut ASEAN


Golda Eksa | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/© Commonwealth of Australia
 ANTARA FOTO/© Commonwealth of Australia
Kepala Staf TNI-AL (KSAL) Laksamana Siwi Sukma Adji.

PRINSIP ASEAN centrality merupakan fondasi dalam membangun kekuatan angkatan laut di kawasan Asia Tenggara. Indonesia pun sangat mendukung konsep ASEAN Outlook on the Indo-Pacifik (AOIP) dengan menggunakan organisasi ASEAN sebagai pemeran utama.

Hal itu dikemukakan Kepala Staf TNI-AL (KSAL) Laksamana Siwi Sukma Adji di sela kegiatan ASEAN Navy Chiefs Meeting (ANCM) ke-13, di Ball Room Sokha Angkor Resort, Siem Reap, Kamboja, Rabu (27/11).

Acara itu dibuka oleh Wakil Perdana Menteri Kamboja sekaligus Menteri Pertahanan Nasional, Samdech Pichey Sena Tea Banh.

Selain prinsip ASEAN centrality, KSAL juga menyampaikan dua gagasan pokok guna mewujudkan stabilitas keamanan laut di kawasan Asia Tenggara, yaitu peningkatan kerja sama angkatan laut yang sejalan dengan kerangka kerja ASEAN untuk membentuk kekuatan regional.

"Termasuk kerja sama pertemuan tingkat tinggi, bantuan kemanusiaan dan bencana alam, latihan dan operasi bersama, serta pendidikan," ujar Siwi melalui keterangan dari Dinas Penerangan TNI-AL.

Berikutnya, terang dia, peningkatan kemampuan maritime domain awareness melalui mekanisme pertukaran informasi. Menurutnya, sifat alamiah dari ancaman maritim ialah lintas batas, lintas negara, dan banyak aktor. Pertukaran informasi pun menjadi sangat fundamental dalam menghadapi tantangan itu.

Pembicara kunci, Samdech Pichey Sena Tea Banh, mengatakan bahwa negara-negara ASEAN secara geografis terhubung oleh laut yang  menjadi bagian sangat penting bagi negara-negara di kawasan itu.

Ia menilai perkembangan situasi geopolitik global, yang tidak menentu dan berkembangnya berbagai ancaman nontradisional di laut, membuat kerja sama ASEAN mutlak dibutuhkan. Kegiatan ANCM ke-13 yang mengusung tema Enhancing cooperation for sustainable security at sea dihadiri para pemimpin angkatan laut negara ASEAN.

Commander Royal Cambodian Navy Admiral Tea Vinh selaku Chairman ANCM mengingatkan negara ASEAN tidak terjebak dalam rivalitas negara-negara adidaya, seperti sejarah Kamboja yang kelam karena perang saudara, dampak dari proxy war di era perang dingin. (Gol/P-3)

BERITA TERKAIT