28 November 2019, 08:15 WIB

Digitalisasi Layanan, Jurus BRI Akselerasi Kredit UMKM


Raja Suhud VHM | Ekonomi

ANTARA/Prasetyo Utomo
 ANTARA/Prasetyo Utomo
Direktur Utama Bank BRI Sunarso

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmen menjadi lembaga keuangan yang terdepan dalam mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengungkapkan perseroan menargetkan 80% portofolio pinjaman BRI pada 2022 merupakan pinjaman yang disalurkan ke segmen UMKM.

Hingga akhir kuartal III 2019, penyaluran kredit Bank BRI tercatat sebesar Rp903,14 triliun dengan 77,60% di antaranya merupakan kredit UMKM.

Sunarso menjelaskan, perseroan saat ini tengah melakukan transformasi agar terus menjaga dominasi di segmen UMKM dengan membawa misi bahwa Bank BRI harus bisa melayani rakyat sebanyak mungkin dengan harga semurah mungkin.

Baca juga: Bank Mantap Catatkan Obligasi Perdana Rp1 Triliun

Hal tersebut dapat dicapai dengan digitalisasi layanan perbankan sehingga semua akan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Dengan go smaller, go shorter, go faster, Bank BRI akan mampu menyasar segmen yang lebih kecil, dengan proses yang lebih cepat dan efisien dengan adanya digitalisasi,” urai Sunarso dalam keterangan tertulis.

Digitalisasi yang dilakukan Bank BRI berupa digitalisasi bisnis proses serta mendigitalkan untuk menemukan model bisnis baru yang dapat menciptakan value dan sebagai sumber pendapatan baru.

Salah satu bukti keberhasilan digitalisasi yang dilakukan Bank BRI dalam mendukung pemberdayaan UMKM adalah melalui keberadaan aplikasi BRISPOT.

BRISPOT merupakan aplikasi khusus untuk memproses pinjaman mikro yang menyederhanakan, mengotomasi, dan mendigitasi proses pengajuan hingga pencairan pinjaman melalui smartphone.

Saat ini, BRISPOT telah digunakan 98% dari tenaga pemasar mikro BRI di seluruh Indonesia.

“Dari awal 2018 hingga akhir kuartal III 2019, BRISPOT telah digunakan memproses 10,9 juta debitur mikro dengan plafon pinjaman mencapai Rp330 Triliun,” imbuh Sunarso.

BRISPOT juga terbukti secara nyata mampu mempercepat proses pengajuan kredit. Dari sisi digitasi, BRISPOT mampu merubah proses kredit yang semula paper based menjadi paper less sehingga menjadi jauh lebih efisien. (RO/OL-2)

BERITA TERKAIT