26 November 2019, 17:45 WIB

CNMC Investasikan Dana Riset & Pengembangan 1,418 Miliar Renminbi


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
Pembicara diskusi bertajuk 

PERUSAHAAN China Nonferrous Metals Mining (Group) Co Ltd (CNMC) menggelar diskusi tentang Laporan Pembangunan Berkelanjutan 2018 (The Sustainable Development Report 2018) di Jakarta, Selasa (26/11/2019) malam.

Sebagai perusahaan tambang, CNMC secara rutin membuat Laporan Pembangunan Berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab sosial pada wilayah operasional perusahaan. Adapun Laporan Pembangunan Berkelanjutan 2018 merupakan laporan yang kedelapan. Laporan ini sebelumnya dirilis di Beijing, Tiongkok,  pada 29 Agustus 2019.

Dalam diskusi tersebut, CNMC menyampaikan telah melakukan investasi sebesar sebesar RMB (renminbi) 1,418 miliar atau setara dengan Rp2,84 triliun. Dana ini disalurkan untuk mendirikan pusat riset dan pengembangan (R&D) serta laboratorium internasional di Zambia, dan Kongo.

Diskusi tentang Laporan Pembangunan Berkelanjutan 2018 ini turut dihadiri oleh Menteri Penasihat Kedutaan Besar Tiongkok, Wang Liping sebagai pembicara utama, lalu Wakil Manager Umum NFC, Ma Jinping serta pembicara lainnya.

Ma Jinping mengatakan proyek-proyek R&D tersebut diluncurkan setiap tahun dan didukung bersama oleh perusahaan, universitas dan lembaga penelitian di tiga negara tersebut.

Lebih jauh dilaporkan bahwa, CNMC merupakan peserta utama dalam proyek sains industri logam nonferrous Tiongkok dan telah meraih penghargaan dengan 10 prestasi ilmiah dan teknologi, serta memenangkan 24 penghargaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“CNMC juga secara aktif memenuhi tanggung jawab sosial perusahaannya bagi masyarakat. Perusahaan bekomitmen untuk mewujudkan pengembangan bersama antara perusahaan dan komunitas lokal. CNMC memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan dimana pun proyek dioperasikan,” papar Ma Jinping.

Sebagai catatan, CNMC merupakan perusahaan yang langsung di bawah Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi Negara (SASAC) Republik Rakyat Tiongkok.

Adapun kegiatan CNMC terdiri dari produsen tembaga utama, produsen seng, produsen logam tanah jarang, dan produsen logam langka di Tiongkok, dengan produksi tahunan sebesar 1,1 juta ton tembaga elektrolit dan 400.000 ton seng elektrolitik.

CNMC juga merupakan produsen tantalum terbesar di Tiongkok dan terbesar kedua di dunia dengan total produksi tahunan 1,67 juta ton berbagai logam di dalam dan luar negeri.

Disampaikan Ma Jinping, CNMC sudah berinvestasi di Afrika untuk membangun tambang tembaga luar negeri berskala besar pertama dan pabrik peleburan tembaga berskala besar pertama dari Tiongkok.

“Sejauh ini CNMC telah menginvestasikan lebih dari US$3 miliar di Afrika. Kini CNMC memiliki 5 tambang tembaga skala besar, 6 peleburan tembaga dengan nilai produksi tahunan lebih dari US$3,5 miliar. Tercatat ada lebih dari 1.000 orang Tiongkok dan 12.000 orang lokal yang bekerja di perusahaan CNMC di Afrika,” papar Ma Jinping.

Selain itu, CNMC juga mendirikan usaha patungan di Mongolia untuk membangun tambang seng terbesar di negara itu dengan produksi tahunan 120.000 ton konsentrat seng. Kemudian, CNMC berinvestasi dalam tambang nikel laterit di Myanmar dan proyek-proyek tambang emas berskala besar di Tajikistan.

CNMC tercatat sebagai pembangun proyek industri logam non-ferrous terbesar di Tiongkok. Selama lebih dari 30 tahun, CNMC telah melakukan lebih dari 110 proyek penambangan berskala besar di lebih dari 30 negara dan wilayah di sepanjang inisiatif One Belt One Road.

CNMC menduduki peringkat 85 dari 250 kontraktor rekayasa internasional terbesar dunia dan peringkat 28 di perusahaan rekayasa kontrak asing Tiongkok serta meraih Penghargaan Luban untuk Proyek Luar Negeri di Tiongkok sebanyak enam kali. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT