27 November 2019, 23:07 WIB

Menresitek Dorong Kantor Ramah Perempuan


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

Antara
 Antara
Bambang Brodjonegoro 

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mendorong perlunya sistem/fasilitas yang mendukung wanita agar dapat bekerja sambil menjalani perannya sebagai seorang ibu sekaligus seorang istri. Hal itu pun sudah sangat mungkin terjadi di era digital seperti sekarang ini, perkantoran dirasa perlu menyediakan fasilitas penunjang seperti penitipan anak dan ruang laktasi, serta memungkinkan pegawai wanita bekerja dari rumah.

"Jadi nggak harus istilahnya ngantor delapan jam sehari, lima hari seminggu, tapi sebagian dari itu bekerja dari rumah sehingga dia bisa menjaga keseimbangan antara kewajiban naturalnya dan kewajiban bekerja," tutur Bambang Brodjonegoro saat ditemui di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Rabu (27/11).

Bambang mengungkapkan, di Indonesia hanya 50% wanita usia produktif yang terjun di dunia kerja, umumnya dikarenakan mereka tidak bisa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Padahal tidak menutup kemungkinan, para wanita tersebut memiliki kemampuan yang dapat berkontribusi bagi negara.

Kurangnya partisipasi wanita pun sangat dirasakan khususnya di sektor Sains, Teknologi, Teknik (Engineering) dan Matematika (STEM). Padahal di era digital ini, Indonesia sangat membutuhkan tenaga kerja yang berbakat di bidang tersebut.

"Kalau mau jadi negara maju selain perlu memaksimalkan talent, kita perlu mengembangkan teknologi yang lebih maju," imbuhnya.

Berdasarkan data pendidikan tinggi, jumlah mahasiswa perempuan saat ini lebih banyak daripada laki-laki. Bambang pun memandang, perlu adanya upaya untuk mendorong mahasiswa perempuan agar terus aktif di bidang yang ditekuninya, khususnya STEM.

"Sejarah sudah membuktikan bahwa pencapaian tertinggi di bidang STEM tidak hanya didominasi oleh laki-laki perempuan juga punya kesempatan yang sama," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT