28 November 2019, 05:30 WIB

Martha Tilaar Motivasi Para Santri


(Rif/H-2) | Humaniora

 MI/Adam Dwi
  MI/Adam Dwi
Martha Tilaar pengusaha kosmetik pendiri perusahaan Sariayu, Martina Bertho.

TIDAK ada kesuksesan yang instan. Keterampilan atau skill ialah hal wajib yang harus dimiliki se-seorang untuk dapat mencapai kesuksesan.

Hal itu ditegaskan pendiri sekaligus komisaris PT Martina Berto, Martha Tilaar, 82, kepada ratusan santri dan santriwati dari sejumlah pondok pesantren di Indonesia, kemarin.

"Hidup itu harus memiliki keterampilan. Dari pendidikan bahkan dari proses panjang skill itu lahir. Oleh karenanya, keterampilan itu penting untuk membantu kita menuju berhasil," kata Martha Tilaar di Kantor PT Martina Berto di Jalan Pulo Kambing II Nomor 1, Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta.

Martha berkisah bahwa dirinya pun pernah gagal, bahkan hampir putus asa dalam merintis bisnisnya di masa lalu. Saat tinggal di Amerika Serikat, Martha pernah menjadi pengurus bayi demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Suami saya itu enggak ada uang untuk memenuhi kebutuhan, hidup kita cukup pas-pasan. Namun, saya cari solusi bagaimana kita bisa bertahan. Saya lihat ada ibu-ibu gendong anak, terus juga nuntun anak. saya beranikan diri saja, saya menawarkan diri sebagai baby sitter," tuturnya.

Perempuan kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, itu, menekankan kepada para santri di situlah pentingnya sebuah proses untuk mencapai kesuksesan. Menurutnya, semua orang bisa menjadi sukses, bahkan seorang santri dan santriwati sekalipun, apalagi dengan pendidikan yang menurutnya saat ini dapat lebih mudah diperoleh.

"Saya pikir Anda bisa sukses karena Anda mendapatkan pendi-dikan yang lengkap, dari agama dapat, dari ilmu pendidikan juga dapat, jadi Anda pasti bisa menjadi toloh-tokoh Islam sukses yang luar biasa," tukasnya.

Kegiatan yang juga melibatkan organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) ini, merupakan rangkaian program Santri Talent Camp 2019. "Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang menunjukkan wajah santri yang kekinian," timpal Sekretaris Jenderal NU Hel-my Faishal Zaini.

Dalam program ini, para santri dibekali pembekalan langsung di luar ilmu pengetahuan agama yang sudah mereka peroleh di pondok pesantren masing-masing.

Martha Tilaar, kata Helmy, merupakan sosok yang dianggap mumpuni dalam memotivasi santri. "Martha Tilaar itu memiliki pengalaman panjang di dalam memberikan motivasi, pembekalan pada anak-anak muda utamanya dalam konteks kepribadian. Jadi sudah teruji saya kira dan sudah punya jam terbang tinggi, terutama bagaimana menjadi orang Indonesia seutuhnya," pungkas Helmy. (Rif/H-2)

BERITA TERKAIT