27 November 2019, 22:00 WIB

KPK Terbitkan SP3 untuk Empat Tersangka


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Febri Diansyah

KOMISI Pemberantasan Korupsi menyebut telah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) untuk empat tersangka yang meninggal dunia.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan komisi menyiapkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) untuk empat tersangka.

"Ada empat tersangka yang sudah meninggal dan itu tentu kami terbitkan SP3," kata Alexander saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (27/11).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan ada empat nama tersangka ynag dijerat komisi yang sudah dinyatakan meninggal dunia. Salah satunya ialah mantan Bupati Bengkalan Fuad Amin yang meninggal September lalu akibat sakit jantung.

 

Baca juga: Punya Kewenangan SP3, KPK Diminta Cermat Menggunakannya

 

Fuad dimumkan sebagai tersangka dugaan suap fasilitas Lapas Klas I Sukamiskin, Jawa Barat pada Oktober lalu. Namun, penyidikannya otomatis dihentikan. Hal itu mengacu Pasal 77 KUHP yang mengatur bahwa kewenangan menuntut pidana terhapus jika yang tertuduh melakukan pidana meninggal dunia.

"Salah satunya Fuad Amin," kata Febri saat dikonfirmasi.

Sisanya ialah tersangka kasus lama. Ada nama Jeffry Tongas Lumbanbatu yang meninggal pada 2010. Politikus PDI Perjuangan itu merupakan tersangka dalam kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Kemudian, ada nama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) John Manulangga. Ia meninggal dunia pada 2016 lalu. Terakhir, ada nama Komisaris PT Atmadhira Karya Iken Basya Rinanda Nasution. Dia menjadi tersangka kasus korupsi impor daging sapi dan meninggal dunia pada 2010. (OL-8)

BERITA TERKAIT