28 November 2019, 05:00 WIB

Investasi Abal-abal Rusak Kepercayaan Investor


(Mir/E-3) | Ekonomi

(Antara /Dewa Wiguna)
 (Antara /Dewa Wiguna)
Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di Fakultas Ekonomi Bisnis UI di Depok, Jawa Barat, Rabu (27/11/20

Kehadiran investasi abal-abal dapat merusak kepercayaan investor untuk berusaha di Indonesia. Padahal di pasar modal, kepercayaan menjadi persyaratan penting agar investor bersedia berinvestasi.

"Di capital market dan lain-lain, kita harus menjaga kredibilitas, karena kalau tidak, ada satu titik nila saja rusak susu sebelanga. Contohnya, investasi Kampung Kurma. Itu hal yang kayak gitu juga menimbulkan stigma terhadap keseluruhan capital market," tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberi kuliah umum di hadapan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, kemarin.

Skema bisnis Kampung Kurma menawarkan investasi unit lahan pohon kurma dengan skema 1 unit lahan seluas 400m2 - 500m2 ditanami 5 pohon kurma dan akan menghasilkan Rp175 juta per tahun. Belakangan, para investor meminta kembali uang mereka.

Menkeu menambahkan, kepercayaan investor amat diperlukan untuk memperbaiki pasar modal nasional. Oleh karena itu, kehati-hatian dan ketelititan di pasar modal amat diperlukan.

"Supaya Indonesia capital market-nya prudent dan orang percaya kalau melakukan investasi dalam bentuk saham, obligasi, corporate bond, mereka yakin enggak akan ditipu," ujarnya.

Bila kasus investasi kurma kembali terjadi, kata dia, penegakan hukum yang jelas harus diberikan kepada pelakunya. Hal itu sebagai wujud keseriusan pemerintah Indonesia menjadikan negeri ini aman dan nyaman bagi investor. (Mir/E-3)

BERITA TERKAIT