28 November 2019, 04:40 WIB

2020, BRI Dapat Alokasi KUR Rp120 Triliun


(Ifa/E-1) | Ekonomi

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
DIREKTUR Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Sunarso

DIREKTUR Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Sunarso menyebutkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI meningkat menjadi Rp120 triliun pada 2020. Angka tersebut lebih besar daripada plafon KUR BRI 2019 yang sebesar Rp87 triliun.

"Insya Allah 2020 kita dapat amanah menyalurkan KUR Rp120 triliun," ujar Sunarso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, plafon KUR sebesar Rp120 triliun itu akan terbagi untuk sektor produksi sebesar 60% dan sektor perdagangan sebesar 40%.

Saat ini, untuk plafon KUR BRI 2019 telah tersalurkan 100%.

Di saat yang sama, sejumlah anggota Komisi XI DPR mengeluhkan penyaluran KUR yang kurang merata.

Anggota Komisi XI dari Fraksi Demokrat Vera Febyanthy menyebut penyaluran KUR harus tepat sasaran.

"Jadi, bukan sekadar pada kuota yang sudah diberikan oleh pemerintah, yang penting nyalur. Harus dipikirkan prinsip kehati-hatian sehingga mereka yang mendapatkan bukan orang yang sama. Penetrasinya juga terjadi pemerataan. Ini harus segera diantisipasi karena Rp120 triliun angka yang cukup besar," kata Vera dalam rapat dengar pendapat dengan Bank BRI.

Jon Erizal dari Fraksi PAN juga meminta alokasi portofolio KUR BRI untuk direvisi karena por-sinya lebih besar di Pulau Jawa.

"Kapan NTT, Maluku, Riau, dan daerah kepulauan lain itu bisa merasakan ini (KUR)" tandasnya.

RUPSLB BRI Agro

Kemarin, anak usaha BRI yakni BRI Agroniaga menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). RUPSLB menyetujui pemberhentian Agus Noorsanto sebagai direktur utama. Sebagai penggantinya ditunjuk Ebeneser Girsang sebagai Plt dirut.

Agus Noorsanto kini menjabat sebagai Direktur Kelembagaan dan BUMN Bank BRI, induk usaha dari BRI Agro. Adapun pergantian direksi ini efektif setelah mendapat persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hingga September 2019, total kredit yang disalurkan tumbuh 34,6% menjadi Rp18,39 triliun dengan menyasar tiga segmen, yaitu menengah, ritel, dan konsumer. Penyaluran paling besar untuk segmen menengah. (Ifa/E-1)

BERITA TERKAIT